Minggu, 20/10/2019 12:45 WIB

Gus Ami Kenang Pendekatan Cinta Gus Dur Kepada Papua

Kecintaan Gus Dur kepada Papua adalah abadi, kecintaan kita kepada Papua adalah abadi. Kebersamaan kita tulus dalam persaudaraan abadi. Kita adalah Papua dan Papua adalah kita.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bersama Wapres terpilih KH Maruf Amin

Jakarta, Jurnas.com - Konflik yang terjadi di Papua akhir-akhir ini membuat banyak pihak was-was terhadap potensi disentegrasi bangsa.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar pun mengingatkan, bahwa Papua sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus dirangkul dengan kecintaan sebagai saudara. Sebab cara ini terbukti sukses dipakai KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden.

"Kecintaan Gus Dur kepada Papua adalah abadi, kecintaan kita kepada Papua adalah abadi. Kebersamaan kita tulus dalam persaudaraan abadi. Kita adalah Papua dan Papua adalah kita," ujar Muhaimin dalam akun twittternya, Rabu (4/9/2019).

Muhaimin yang akrab disapa Gus Ami juga masih ingat, bahwa Gus Dur punya cara pendekatan yang sangat baik kepada warga Papua. Tanpa kekerasan dan tanpa pemaksaan. Termasuk ketika Gus Dur mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua.

"Ketika DPR marah kepada Gus Dur karena Gus Dur akan merubah nama Irian Jaya menjadi Papu, saya langsung lari ke Istana mengantisipasi bersama Gus Dur; dengan tenang Gus Dur bilang; kelak sejarah yang akan membenarkan langkah saya. Dan Papua adalah Indonesia," tutur Gus Ami.

Ia menambahkan, ketika ia melaporkan kepada Gus Dur bahwa DPR marah lantaran Gus Dur membolehkan pengibaran bendera Papua, Gus Dur dengan enteng menjawab, simbol kultural harus dihargai.

"Kata Gus Dur bendera sepak bola kampung aja boleh dikibarkan kok! Yang penting tidak merubah bendera merah putih," kata Gus Ami mengenang.

TAGS : Papua Gus Dur Gus Ami




TERPOPULER :