Selasa, 28/01/2020 05:43 WIB

Pakai Alquran Alat Politik, Airlangga Cs Praktek Sekularisasi Islam di Golkar

Pengucapan Sumpah dengan Al-Quran yang disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) yang disaksikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar dinilai sebagai tindakan yang tidak etis secara syariat.

Ilustrasi Partai Golkar

Jakarta, Jurnas.com - Pengucapan Sumpah dengan Al-Quran yang disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) yang disaksikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar dinilai sebagai tindakan yang tidak etis secara syariat.

Fungsionaris DPP Partai Golkar Syamsul Rizal mengatakan, dukungan DPD Partai Golkar Jabar semestinya tidak perlu menggunakan Alquran sebagai alat politik kepentingan.

"Ketua DPD PG Jabar semestinya membacakan saja surat dukungan, tidak kemudian mempolitisasi Aqidah dengan menjadikan Kitab Suci Al-Quran sebagai alat politik kepentingan," kata Syamsul, kepada wartawan, Jakarta, Minggu (1/9).

Kata Syamsul, memang islam tidak bisa dipisahkan dari politik demikian juga sebaliknya. Islam merupakan agama yang universal, agama membawa misi rahmatan lil alamin serta membawa konsep kepada ummat manusia mengenai persoalan yang terkait dengan suatu sistem seperti konsep politik, perekonomian, penegakan hukum, dan sebagainya.

"Kemudian dalam bidang politik misalnya, Islam mendudukannya sebagai sarana penjagaan urusan umat bukan seperti yang di praktekkan oleh Ketua DPD PG Jawa barat yang disaksikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkat Airlangga," katanya.

Menurutnya, secara tegas bahwa prilaku Ketua DPD Partai Golkat Jabar ini adalah sebuah bentuk praktek gerakan politik Sekularisasi yang patut dilawan oleh semua Kader Golkar.

"Politik Islam merupakan penghadapan Islam dengan kekuasaan dan negara yang melahirkan sikap dan prilaku politik (political behavior) serta budaya politik (political culture) yang berorientasi pada nilai-nilai Islam Sikap dan prilaku serta budaya politik yang memakai kata sifat Islam," terangnya.

Islam, kata Syamsul, meletakkan politik sebagai satu cara penjagaan urusan umat (ri`ayah syu-un al-ummah). Islam dan politik tidak boleh dipisahkan, karena Islam tanpa politik akan melahirkan terbelenggunya kaum muslimin yang tidak mempunyai kebebasan dan kemerdekaan melaksanakan syariat Islam.

Begitu pula politik tanpa Islam, lanjut Syamsul, hanya akan melahirkan masyarakat yang mengagungkan kekuasaan, jabatan, bahan, dan duniawi saja, kosong dari aspek moral dan spiritual.

"Oleh kerana itu Ketua DPD PG Jabar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar harus tau bahwa politik dalam Islam sangat penting bagi mengingatkan kemerdekaan dan kebebasan melaksanakan syariat," demikian Syamsul.

Sebelumnya, beredar video pengambilan sumpah dukungan para Ketua DPD Golkar se-Jawa Barat dengan menggunakan Alquran. Dalam suatu ruangan acara, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengeja sumpah di hadapan para pengurus DPD kabupaten/kota yang mengulangi sumpah politik tersebut.

Tampak seorang tokoh agama Islam mengangkat tinggi Alquran pada posisi di atas kepala para pengucap sumpah.

Terlihat dalam video itu, Airlangga berdiri mendengarkan sumpah yang diucapkan para bawahan partainya.

Beberapa elite DPP Partai Golkar kubu Airlangga juga terlihat menyaksikan pengucapan sumpah itu, diantaranya Melchias Markus Mekeng, Ketua Korbid Wilayah Timur.

TAGS : Munas Partai Golkar Airlangga Hartarto Bambang Soesatyo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :