Selasa, 20/10/2020 16:02 WIB

Ini yang Harus Diketahui Jelang Kesepakatan Damai AS-Taliban

Sehari sebelum pengumuman, serangan bunuh diri yang diklaim Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan, menewaskan 10 orang dan melukai lima lainnya, termasuk kepala polisi.

Pengamanan di salah satu Masjid Syiah di Kabul, Afghanistan (Foto: Ist)

Afghanistan, Jurnas.com - Utusan Amerika Serikat untuk rekonsiliasi Afghanistan, mangatakan, AS dan Taliban sudah merampungkan putaran terakhir perundingan perdamaian maraton di Doha, Qatar.

Hal itu disampaikan perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, lewat akun Twitter pribadinya pada Minggu (1/9) ketika dalam perjalanan ke Kabul, ibu kota Afghanistan.

"Kami berada di ambang perjanjian yang akan mengurangi kekerasan dan membuka pintu untuk rakyat Afghanistan duduk bersama menegosiasikan perdamaian yang terhormat & berkelanjutan, kedaulatan Afghanistan yang tak mengancam AS, sekutunya, atau negara mana pun," kicaunya.

Khalilzad, diplomat AS kelahiran Afghanistan yang berpengalaman, akan bertemu dan memberi pengarahan singkat kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tentang perkembangan tersebut.

Sehari sebelum pengumuman, serangan bunuh diri yang diklaim Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan, menewaskan 10 orang dan melukai lima lainnya, termasuk kepala polisi.

Isiden itu terjadi beberapa menit setelah para pejabat mengklaim telah mendorong kembali serangan Taliban di kota yang penting secara strategis di utara negara itu.

Ghani menyebut serangan itu sebagai “serangan gagal” Taliban, kontras dengan pembicaraan damai kepemimpinan mereka dengan AS yang tengah berlangsung di Qatar.

Feroz Bashari, juru bicara pemerintah, mengatakan dalam serangkaian cuitannya bahwa setidaknya 26 pejuang Taliban tewas dalam serangan udara pertama di Zakhail, Kunduz.

Dia menuduh Taliban menggunakan warga sipil sebagai tameng.

Kunduz, yang dulu merupakan pusat Taliban di utara, sempat dua kali dikuasai kelompok itu pada 2015 dan 2016. Kota itu menghubungkan sejumlah provinsi utara ke Kabul.

Afghanistan menghadapi gelombang kekerasan menjelang pemilihan presiden 28 September, yang ditentang oleh pemberontak Taliban. (Anadolu)

TAGS : Kesepakatan Damai Amerika Serikat Afganistan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :