Senin, 10/08/2020 09:09 WIB

Kunci Agar Tekanan Darah Tetap Stabil

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan pengukuran tekanan darah menjadi hal yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi

Ilustrasi cek tekanan darah

Jakarta, Jurnas.com - Untuk mengelola hipertensi agar mencapai tekanan darah sesuai target, dimulai dengan perubahan gaya hidup sehat, berat badan ideal dan mengurangi asupan garam.

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala menjadi hal yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Dr. Tunggul D Situmorang menjelaskan bahwa sesuai dengan Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, pada pasien dengan tekanan darah ≥ 140 mmHg / ≥ 90 mmHg diperlukan inisiasi obat untuk menurunkan tekanan darah.

Di Indonesia sudah tersedia semua golongan obat-obatan pengendali tekanan darah, yaitu golongan: Calcium Channel Blocker (CCB), Diuretik, Penyekat Beta (Beta
Blocker), Penyekat Alpha (Alpha Blocker), Anti Converting Enzyme Inhibitor (ACE inhibitor), Angiotensinogen Receptor Blocker (ARB), Central Blocker, Aldosteron Antagonist dan lain-lain.

"Saat ini, sesuai konsensus pemakaian obat pengendali tekanan darah dianjurkan secara kombinasi dari sejak awal pengobatan untuk mencapai tekanan darah sesuai target," ucap dr Tunggul.

Sudah terbukti bahwa pengendalian tekanan darah sesuai target dapat mencegah 35 - 40 persen kejadian stroke, 20 - 25 persen serangan jantung koroner dan >50 persen kejadian gagal jantung.

Fakta menunjukkan bahwa hipertensi
umumnya tidak hanya sendiri, tapi selalu disertai adanya faktor risiko lain atau bersama-sama dengan keadaan / penyakit lain, misalnya diabetes, kolesterol dan lain-lain.

Karena itu, pengobatan hipertensi tidak hanya sekedar menurunkan tekanan darah, tapi lebih dari itu, harus mengobati faktor risiko lainnya.

Keputusan mengenai pemilihan golongan obat yang akan digunakan harus mengacu pada bukti studi klinis yang sudah ada (Evidence Base Medicine = EBM) yang
disimpulkan menjadi Pedoman Baku (Guidelines) atau Konsensus.

Tentunya masih banyak faktor yang turut menentukan, seperti pengalaman klinis dokter dan hal non-medik lainnya. Mencapai pengurangan maksimum dalam morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) kardiovaskular adalah tujuan utama dari pengelolaan hipertensi.

Banyak studi yang dilakukan berbasis metode yang sahih untuk memastikan kemanjuran (potency), keamanan (safety) dan tolerabilitas obat anti-hipertensi.

Misalnya penggunaan golongan Calcium Channel Blocker dalam hal ini Nifedipine OROS, baik sebagai pengobatan tunggal atau kombinasi dengan obat anti-hipertensi lainnya, memberikan pengobatan hipertensi yang efektif, aman dan ditoleransi dengan baik dalam spektrum yang luas bagi pasien hipertensi yang sudah terbukti dalam praktek pengobatan sehari-hari.

Nifedipine dengan teknologi OROS (Nifedipine OROS) adalah Nifedipine berteknologi Osmotic-controlled Release Oral delivery System atau OROS, yang memungkinkan obat Nifedipine bertahan di dalam tubuh selama 24 jam dan menjaga tekanan darah tetap normal sepanjang hari.

 

TAGS : Tekanan Darah Penyakit Hipertensi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :