Sabtu, 07/12/2019 08:55 WIB

Didukung Pemprov, Karantina Makassar Siap Dongkrak Ekspor

Karantina akan memberikan layanan karpet merah kepada eksportir yang patuh pada kentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan Pemerintah.

Kepala Balai Besar Karantina Makassar, Andi Yusmanto. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan PT Pelindo 4 (Persero) Kadinda Sulsel, Instansi dan stakeholder terkait sudah membuka akses ekspor langsung (direct call) Makassar ke negara tujuan Asia, Eropa dan Amerika.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abullah, mengimbau kepada pelaku eksportir Sulsel agar memanfaatkan fasilitas tersebut guna meningkatkan daya saing, mengefisiensikan biaya dan mempersingkat waktu tempuh ke negara tujuan ekspor.

Selama ini seperti diketahui, ekspor produk pertanian dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) itu harus melalui pelabuhan di Pulau Jawa yang menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama, dan akhirnya produk tidak memiliki daya saing.

"Kami berharap dengan layakan ini bisa memberikan pertumbuhan ekonomi Sulsel dan memberikan multiplayer effect terhadap kesejahteraan masyarakat," kata Nurdin Abdullah lewat surat derat yang diterima jurnas.com.

Meyikapi hal itu, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto, optimistis bisa mendongkrak ekspor komoditas pertanian yang selama ini transit di Surabaya.

"Harapan kami ke depan komoditas-komoditas yang selama ini dieskpor via Jawa (Surabaya) bisa lewat makassar langsung. Ini memang tidak mudah, tapi paling tidak sudah ada usaha dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mensejahterakan petani dan peningkatan komoditas pertanian," ujar Yusmanto.

Selain itu, Yusmanto, mengatakan, akan memberikan layanan karpet merah kepada eksportir yang patuh pada kentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan Pemerintah.

"Rencananya ke depan Karantina akan membuat layanan prioritas kepada eksportir yang patuh dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan dalam hal ekspor," tegas Yusmanto.

Paska pemberlakuan ekspor langsung ke negara tujuan ekspor, dampaknya langsung terlihat. Dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST, tercatat periode Januari-Juni 2019, pihaknya mensertifikasi 168 ribu ton komoditas pertanian dengan nilai ekonomi Rp7,39 triliun.

Nilai ekonominya meningkat 101 persen dibandingkan data 2018 yang mencatat jumlah ekspor sebanyak 162 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp.3,81 triliun.

"Dari sisa waktu hingga akhir tahun nanti kita dorong agar penambahan baik dari sisi volume maupun ragam komoditas," tambahnya.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Ekspor Langsung Andi Yusmanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :