Rabu, 21/04/2021 08:38 WIB

Mantan Anggota Kongres Tantang Trump di Bursa Capres Republik 2020

 Presiden AS saat ini tidak layak untuk menjabat dan harus ditolak untuk masa jabatan kedua.

Mantan anggota kongres dari Illinois dan kini jadi pembawa acara bincang-bincang radio, Joe Walsh. (Foto via Reuters)

Washington, Jurnas.com - Mantan anggota kongres dari Illinois dan kini jadi pembawa acara bincang-bincang radio, Joe Walsh, menyatakan akan menentang Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dalam bursa calon presiden Republik 2020.

Walsh yang mengumumkan keinginannya menentang Trump pada Minggu (25/8), mengatakan, presiden AS saat ini tidak layak untuk menjabat dan harus ditolak untuk masa jabatan kedua.

"Dia gila. Dia tidak menentu. Dia kejam. Dia menyalakan fanatisme. Dia tidak kompeten. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan," kata Walsh dalam acara "This Week".

Pria 57 tahun itu menggambarkan dirinya sebagai alternatif dalam bursa capres AS mengatakan, banyak yang menentang Trump tetapi takut setengah mati karena mengatakannya secara terbuka.

"Dia pengganggu dan pengecut dan seseorang harus menggantinya. Taruhan ... dari kampanye saya adalah bahwa ada banyak Partai Republik yang merasa seperti saya. Mereka takut untuk maju," katanya.

Walsh memenangkan kursi Dewan Perwakilan dari Illinois sebagai kandidat gerakan Tea Party Partai Republik yang konservatif pada tahun 2010, tetapi dikalahkan dari partai Demokrat, Tammy Duckworth dalam pemilihan 2012.

Setelah meninggalkan Kongres, Walsh menjadi pembawa acara talk show radio di kota Chicago.

Sementara itu, mantan gubernur Massachusetts, Bill Weld, adalah satu-satunya dari partai Republik yang mencoba menggeser Trump. "Saya pikir itu hebat. Itu akan menjadi pembicaraan yang lebih kuat," kata Weld menyambut pencalonan Walsh. 

Sejauh ini, baik Walsh maupun Weld tidak diberi banyak kesempatan untuk merebut kursi sang petahana. Sebuah jajak pendapat Reuters / Ipsos yang dilakukan pada 19 dan 20 Agustus menunjukkan, 87 persen Partai Republik menyetujui kinerja Trump.

Di situs web RealClearPolitics juga menunjukkan bahwa Trump mengungguli Weld dengan jumlah jajak pendapat 72 poin.

TAGS : Joe Walsh Amerika Serikat Donald Trump




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :