Kamis, 19/09/2019 01:45 WIB

Masuk Status Waspada Kekeringan, Bekasi Genjot Tanam Padi Gogo

Sebanyak 20 kabupaten/kota di Jawa Barat perlu mewaspadai kekeringan, salah satunya di Bekasi.

ndonesia Food Watch (IFW) memberikan acungan jempol kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara yang melarang penggunaan bibit padi IF8 karena tidak memiliki label dan serifikat alias berstatus benih palsu.

Jakarta, Jurnas.com - Kepala Bagian Perencanaan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Ugi Sugiharto, mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menerjunkan tim untuk menagawal mitigasi kekeringan di wilayah pantura, termasuk Di Kabupaten Bekasi.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat pada 5 Agustus 2019, menyatakan bawha 20 kabupaten/kota di Jawa Barat perlu mewaspadai kekeringan, salah satunya di Bekasi.

Menurut BPBD Kabupaten Bekasi ada lima wilayah terancam mengalami kekeringan diantaranya di wilayah Cibarusah, Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Babelan, dan Tambun Utara.

"Ini sebagai wujud upaya responsif kami. Kekeringan bukan berarti kita hanya fokus ke yang terdampak. Tetapi kami cari cara bagaimana bisa memperoleh pengganti dari luas terdampak. Salah satunya ya lewat pengamanan standing crop dan penambahan luas tanam," ujar Ugi di Jakarta, Minggu (25/8).

Ugi menjelaskan upaya Kementan menanggulangi kekeringan ini tentunya dengan koordinasi bersama petugas lapangan, baik itu petani, penyuluh, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, serta jajaran dinas pertanian kabupaten dan tidak terkecuali TNI juga ikut serta.

Selain itu, Kementan menyalurkan bantuan benih padi varietas yang tahan kekeringan, dan sudah mulai ditanam pada Agustus ini.

"Selain bantuan benih, bantuan pestisida dan herbisida serta Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pompanisasi dan kegiatan olah tanah," jelas Itu.

"Untuk percepatan tanam, penanaman benih padi dilakukan melalui tabur atau sebar langsung, dengan olah tanah sederhana dan penggunaan air secara efisien," sambungnya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Mariyah menyatakan wilayah pertanian yang mengikuti program ini baru 25 hektare dari keseluruhan lahan pertanian sekitar 320 hektare.

Untuk menjaga ketahanan pangan, kata Mariyah, ke depan diharapkan seluruh daerah pertanian di Kecamatan Cikarang Pusat ini bisa ditanami padi. 

"Dari enam desa di Kecamatan Cikarang Pusat, lima desa sudah masuk kawasan perindustrian. Hanya Desa Pasir Tanjung ini yang tersisa punya lahan pertanian, termasuk yang di Kampung Cilampayan Pasir yang menjadi awal program ini," katanya.

"Jadi ya kita sangat antusias sesuai isi kami untuk tetap mempertahankan areal pertanaman di wilayah ini," kata Mariyah.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Musim Kemarau Jawa Barat Padi Gogo




TERPOPULER :