Kamis, 19/09/2019 00:40 WIB

Dapat Dukungan Petani, Pabrik Gula Modern di Blitar Mulai Berproduksi

PT RMI membuka harga pembelian Rp72.000 per Kw, di atas harga dasar yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp52.000 per kw.

Petani Tebu (Foto: Humas Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Utama PT Rejoso Manis Indo (RMI), Syukur Iwantoro, menegakan, beroperasinya perusahaan gula Rejoso di Kabupaten Blitar, Jawa Timur adalah bukti nyata dukungan petani dan pengusaha Pabrik Gula berbasis tebu untuk kemajuan pertanian Indonesia.

"Kami sudah mulai menggiling tebu sejak 22 Agustus 2019 yang lalu dengan mengolah tebu rata-rata di minggu pertama mencapai 4000 TCD. Angka ini masih akan terus naik sampai 10000-20000 TCD," kata Syukur, Sabtu (24/8)

Syukur menjelaskan, saat ini potensi lahan tebu di Kabupaten Blitar mencapai lebih dari 39.000 hektare. Dengan luasan tersebut, pihaknya bisa membeli bahan tebu secara langsung melalui proses transaksi pembayaran transfer tunai Iangsung ke pemilik tebu dua kali dalam seminggu.

Dengan Motto: "Petani Sejahtera, Produktivitas Tinggi, Perusahaan Berjaya", PT RMI membuka harga pembelian Rp72.000 per Kw, di atas harga dasar yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp52.000 per kw.

"Diharapkan dengan sistem pembelian tebu putus dg pembayaran yg cepat dan harga yg bagus ini, petani tebu Blitar akan semakin bergairah dalam menanam tebu," katanya.

Selain itu, kata Syukur, PT RMI juga memfasilitasi petani tebu untuk mendapatkan kredit KUR melalui Bank Negara Indonesia (BNI 46). Fasilitas ini yang selanjutnya akan menjamin pembelian tebu dengan harga layak.

Disisi lain, pihaknya juga mendapat dukungan kuat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Penerintah Pusat.

"Insya Allah PT RMI bersama petani tebu Blitar akan mengembalikan Kabupaten Blitar sebagai daerah produsen tebu dan gula konsumsi andalan Provinsi Jawa Timur dan memberikan kontribusi yang signifikan menuju tercapainya swasembada gula konsumsi Nasional. Total investasi yang dikeluarkan oleh PG RMI sudah mencapai Rp3,42 triliun," tukasnya.

Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong minat investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target swasembada gula. Dari catatan yang ada, terdapat tiga pabrik gula yang sudah mulai beroperasi.

Kapasitas produksi masing-masing berkisar 6000 - 10.000 TCD dengan tingkat rendemen diatas delapan persen. Jika dihitung, maka dari tiga pabrik tersebut rata-rata dihasilkan 3.000 ton gula per hari.

Kementan menargetkan pada 2020 akan terdiri sembilan pabrik gula baru yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa, serta Kawasan Timur Indonesia dalam rangka percepatan swasembada gula nasional.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Pabrik Tebu Jawa Timur Syukur Iwantoro




TERPOPULER :