Kamis, 19/09/2019 09:03 WIB

Industri Kreatif jadi Incaran Bidang Kerja Milenial

Generasi muda dan terutama yang tertarik untuk bekecimpung di industri kreatif menjadi jauh lebih siap untuk bersaing di dunia profesional.

Creative Industry menjadi salah satu bidang yang diincar oleh Milenial (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Manajemen Industri Kreatif yang menjadi salah satu program unggulan di LaSalle College adalah program yang menggabungkan ilmu-ilmu kreatif,
social dan bisnis manajemen.

Oleh karena itu menurut Campus Director LaSalle Bonatua Napitu dalam Manajemen Industri Kreatif terdapat dasar-dasar pendidikan yang lebih terarah dan dapat lebih mempersiapkan setiap siswa nya untuk dapat langsung terjun dan berkecimpung di industri kreatif.

"Oleh karena itu diharapkan dengan dibentuknya program Manajemen Industri Kreatif ini, maka generasi muda dan terutama yang tertarik untuk bekecimpung di industri kreatif, akan menjadi jauh lebih siap untuk bersaing di dunia profesional," ucap Bonatua.

Sementara itu travel sketcher Vira Tanka membagi ilmu yang dimilikinya melalui pengalamannya sebagai creative entrepreneur. Bahwa dari latar belakang ilmu Desain Grafis yang dimilikinya ternyata tidaklah cukup untuk dapat dipergunakan di dunia profesional.

"Dan masih banyak tambahan ilmu, pengalaman dan bantuan yang harus didapatkannya untuk menjadi seorang creative entrepreneur," ucapnya.

Merayakan tugas akhir, para siswa Fashion Business mengambil bagian dalam beberapa kegiatan seperti Young Emerging Bazaar, Fashion Shows, dan Talk show Desain.Fashionbloom & Beautyphoria adalah acara tahunan LaSalle College di Jakarta yang diproduksi oleh semua departemen program.

Acara ini sengaja disusun untuk mengakomodasi kolaborasi siswa melalui desain, jaringan, dan hasil proyek. Membawa teori ke dalam praktik, adalah hal yang dapat menggambarkan tujuan acara ini.

Kegiatan ini merupakan sebagai proyek akhir dari semester ketiga hingga tahun akhir yang memiliki makna membawa, serta menjembatani antara siswa dan pasar agar saling memahami sekaligus berdekatan.

Fashion bloom dan beautuphoria ke-10 mengusung tema Youth Celebration merupakan sebuah konsep yang dibuat untuk menyoroti sekaligus merayakan kebebasan berekspresi serta percaya pada transparansi dan keterbukaan.

Tema yang diambil tahun ini bertujuan untuk mendorong para siswa untuk bebas mengekspresikan diri mereka melalui seni dan karya.

Setiap koleksi yang ditampilkan selama acara ini memiliki identitas per-individu dan sikap kerja yang unik. Apakah kerja tim, kerja mandiri, koleksi mini, dan koleksi lengkap membawa cerita pada karya- karya mereka dan fokus pada pencapaian juga rasa terima kasih.

Selain talk-show dan kompetisi, para mahasiswa dari Fashion Business Program membuka booth yang menampilkan karya mereka selama
mengikuti Class Enterprise. Ini sebagai simulasi peraktek kerja nyata berupa; pemasaran, presntasi dan penjualan di dunia nyata.

Dengan rasa haru dan bangga, melalui Creative Week 2019 ini, LaSalle College Jakarta telah mencetak calon-calon Fashion Entrepreneur muda yang siap untuk menunjukkan karya-karya luar-biasa mereka, tidak hanya bersaing di ranah lokal tetapi juga internasional.

LaSalle College Jakarta merupakan sekolah tinggi desain dengan kulikulum internasional yang berpusat di Kanada. Terdapat 23 jaringan kampus di seluruh dunia, menawarkan 8 program studi yakni: Fashion Design, Fashion Business, Interior Design, Digital Media Design, Photography, Artistic Make Up dan Games Arts & Design serta Management of Creative Industries.

TAGS : Industri Kreatif Generasi Milenial Kerja Profesional




TERPOPULER :