Selasa, 24/09/2019 03:46 WIB

Pasar Saham AS Merosot

Kerugian mingguan untuk Dow berada pada 1 persen, 1,4 persen untuk S&P 500 dan 1,8 persen untuk Nasdaq.

Ilustrasi pasar saham

Jakarta, Jurnas.com - Dow Jones Industrial Average ditutup turun 623,34 poin, turun 2,4 persen, Jumat setelah Presiden Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk mulai mencari alternatif untuk beroperasi dengan China.

Komentarnya muncul setelah China mengumumkan dua putaran pajak hukuman baru atas produk-produk buatan AS senilai $ 75 miliar, termasuk tarif 25 persen baru untuk mobil.

Trump menanggapi tarif baru, yang mulai berlaku dalam dua putaran pada 1 September dan 15 Desember, memberitahu perusahaan-perusahaan AS untuk bersiap melakukan bisnis di luar China.

"Kami tidak membutuhkan China dan, sejujurnya, akan jauh lebih baik tanpa mereka. Sejumlah besar uang yang dihasilkan dan dicuri oleh Cina dari Amerika Serikat, tahun demi tahun, selama beberapa dekade, akan dan harus berhenti," twitt Trump dalam akun twitternya dilansir UPI.

"Perusahaan Amerika kami yang hebat dengan ini diperintahkan untuk segera mulai mencari alternatif ke China, termasuk membawa perusahaan Anda dan membuat produk Anda di AS," tambahnya.

Setelah pasar ditutup, Trump membalas, dengan mengatakan bahwa $ 250 miliar produk China akan dikenakan pajak 30 persen, naik dari 25 persen, mulai 1 Oktober. Produk yang dikenai pajak 10 persen akan meningkat menjadi 15 persen, mulai 1 September.

Beberapa jam setelah pengumuman China, semua indeks saham utama AS ditutup dengan kerugian besar.

Dow ditutup pada 25.628,90, sedangkan Nasdaq Composite ditutup turun 3 persen pada 7.751,76. S&P 500 turun 2,6 persen menjadi 2.847,11.

Kerugian mingguan untuk Dow berada pada 1 persen, 1,4 persen untuk S&P 500 dan 1,8 persen untuk Nasdaq.

Jumat menandai hari terburuk bagi pasar saham sejak 14 Agustus. Trump tampaknya menyalahkan kerugian pasar saham pada kampanye presiden Rep. Seth Moulton yang gagal, D-Mass, yang keluar dari lomba hari Jumat.

"Dow turun 573 poin mungkin karena berita bahwa Perwakilan Seth Moulton, siapa pun itu, telah keluar dari Perlombaan Presidensial 2020!" twittnya.

TAGS : Pasar Saham Amerika Serikat




TERPOPULER :