Kamis, 19/09/2019 01:17 WIB

Wow, Indonesia Penuhi Kebutuhan Gambir Dunia

Indonesia merupakan negara pengekspor gambir terbesar di dunia.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Kasdi Subagyono meninjau tempat pembibitan perkebunan di Desa Sidomulyo Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya. (Foto: Supi/JURNAS)

Jakarta, Jurnas.com-Bagi sebagian orang, gambir identik sebagai bahan pelengkap kunyahan campuran sirih dan kapur hasil pembakaran cangkang kerang. Namun, gambir menjadi bahan baku bagi kalangan industri farmasi, tekstil, pangan, kosmetik, dan sebagainya.

Indonesia merupakan negara pengekspor gambir terbesar di dunia. Secara umumĀ  negara tujuan ekspor gambir Indonesia didominasi India, disusul Jepang, Pakistan, Philipina, Bangladesh, Malaysia dan beberapa negara di Eropa.

Diretur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, mengungkapkan, 80 persen produksi dan pasar ekspor gambir dunia berasal dari Indonesia. Bahkan volume dan nilai ekspor gambir Indonesia dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan.

"Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan, 2018 ekspor Gambir Indonesia sebesar 18 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai USD55 juta. Lebih dari 94 persen gambir Indonesia diekspor ke India yang digunakan untuk Industri farmasi, astringent lotion dan zat penyamakan kulit," ungkap Kasdi.

Kasdi menjelaskan, prospek pengembangan gambir sebagai komoditas ekspor masih sangat terbuka. Pasalnya Permintaan gambir di India semakin meningkat dari tahun ke tahun. Terbukti lima tahun terakhir volume permintaan gambir Indonesia berada pada kisaran 13-14 ribu ton per tahun.

Secara umum, prospek pengembangan tanaman Gambir dalam skala luas masih sangat terbuka luas. Kasdi mengungkapkan, di India sendiri sebagian besar gambir digunakan sebagai pengganti katha yang diekstrak dari kayu Khair dan digunakan dalam industri Pan Masala dan Gutkha yang merupakan produk konsumsi dengan cara dikunyah dan memiliki efek stimulan.

"Saat ini India membatasi penebangan pohon Khair sebagai upaya konservasi hutan, tanaman gambir memiliki peluang menggantikan pohon tersebut, karena memiliki kemiripan secara karakteristik, tetapi memiliki kandungan fisikokimia (catechins) yang lebih besar daripada khair," jelas Kasdi.

Di Indonesia, Lanjut Kasdi, Sumatera Barat merupakan daerah penghasil Gambir terbesar, utamanya Kabupaten 50 Kota yang berkontribusi 50 persen lebih dari produksi gambir nasional. ke depan diharapkan produksi dan kualitas gambir Indonesia dapat terus meningkat.

"Kami harapkan ekspornya terus meningkat selain aspek kontinuitas, yang terpenting adalah memperbaiki aspek kualitasnya terutama kualitas untuk kepentingan industry farmasi dan penyamakan kulit," ujar Kasdi.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Ekspor Perkebunan Komoditas Gambir Kasdi Subagyono




TERPOPULER :