Senin, 26/10/2020 02:28 WIB

Dua Polisi Hong Kong Ditangkap Usai Aniaya Kakek-kakek

Dua petugas yang ditangkap dalam rekaman tersebut telah ditangkap

Ilustrasi garis Polisi (foto: CGTN)

Jakarta, Jurnas.com - Dua polisi Hong Kong ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan setelah video menunjukkan para pria diduga memukuli seorang pria berusia 62 tahun yang diikat ke brankar di sebuah rumah sakit, Selasa (20/08) waktu setempat.

Seorang anggota parlemen oposisi merilis video tentang dugaan penyerangan tersebut, yang ia terima dari putra korban. Kedua polisi itu ditahan di Kantor Polisi Sheung Shui. Seorang perwira ketiga yang terlihat dalam pakaian biasa dalam video itu juga ditangkap karena tidak melaporkan insiden tersebut.

Pria itu berada di rumah sakit karena perilaku mabuk dan tidak ada hubungannya dengan protes anti-ekstradisi baru-baru ini, yang menarik 1,7 juta ke jalan-jalan selama akhir pekan.

Korban, yang bermarga Chung, ditangkap karena diduga menyerang polisi sekitar pukul 11 malam malam sebelumnya. Pasien ditempatkan di "ruang pasien yang terganggu" dengan dinding dan lantai yang empuk karena secara emosional dia tidak stabil dan gelisah.

Video itu memperlihatkan petugas polisi memberi tekanan pada kepala dan mata Chung ketika dia terbaring tak berdaya di atas brankar. Dia kemudian dipukul di alat kelamin, perut dan wajahnya. Akhirnya, mereka memutar pergelangan tangannya dan melepas celananya.

Anak-anak itu mengkritik perilaku "tanpa hukum" dari petugas dan mengatakan mereka harus dikirim ke penjara.

"Tangannya sudah diikat, dan dia bahkan tidak dekat dengan pembunuhan," kata para putra. "Mengapa polisi menyiksa seorang warga lanjut usia?"

Polisi bersumpah untuk tidak memihak selama penyelidikan. "Pasukan akan secara tegas menyelidiki kasus ini secara adil dan jujur, dengan imparsialitas absolut," kata juru bicara kepolisian.

Kepala Inspektur Polisi Hubungan Masyarakat Cabang Tse Chun-chung mengkonfirmasi bahwa dua petugas yang ditangkap dalam rekaman tersebut telah ditangkap Selasa.

"Polisi tidak akan menutup mata terhadap kekerasan, terutama bagi petugas yang sengaja melanggar hukum," kata Tse. "Berdasarkan pemahaman kami, biasanya tidak ada kamera pengintai di bangsal, jadi kami akan mendatangi rumah sakit nanti."

TAGS : Polisi Hong Kong Kasus Penganiayaan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :