Kamis, 19/09/2019 01:06 WIB

Yuk Ikut Tantangan Jadi Konsumen Bijak!

Coba pikirkan lagi, apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya latah ingin beli saja?

Tukar baju sebagai aksi sustainable fashion (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta, Jurnas.com - Sesederhana ketika seseorang membeli pakaian tanpa pikir panjang karena diskon. Ketika dicoba pakai satu kali, ternyata ia tidak terlalu suka pakaian itu.

Akhirnya karena terlalu lama ada di lemari dan tidak dirawat, baju tersebut mulai rusak dan tidak layak pakai lagi.

Kemudian? Pakaian itu dibuang begitu saja dan yang terburuk adalah ia berakhir di tempat pembuangan akhir dan berada disana selama ratusan tahun kemudian.

Annisa Fauziah dari TRI Upcycle mengatakan kita hidup dalam masyarakat yang didominasi oleh budaya konsumtif.

"Harusnya bukan barang yang menguasai kamu tapi kamu lah yang menguasai keinginan dirimu untuk mengonsumsi sesuatu," ucapnya.

"Coba pikirkan lagi, apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya latah ingin beli saja? Lalu, apakah kamu tahu barang yang konsumsi ini memiliki dampak buruk atau baik bagi lingkungan?" lanjutnya.

Tahukah Kamu, sebanyak 80 juta meter persegi limbah kain dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Lalu 80 persen karbon emisi yang disumbangkan Indonesia adalah dari penggundulan hutan.

Dalam 20 tahun terakhir, Indonesia kehilangan setengah populasi Orangutan.

Fakta-fakta di atas memang terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari kita. Namun kami percaya hal sekecil apapun yang kita konsumsi memiliki dampak bagi lingkungan. 

"Melalui tantangan #KonsumenBijak ini, kami TRI Upcycle dan Campaign menantang kamu untuk mulai bijak dalam membeli barang!" Ucap Annisa.

TAGS : Konsumen Bijak Budaya Konsumtif




TERPOPULER :