Kamis, 19/09/2019 00:37 WIB

Kulit Bakau Jadi Komoditas Andalan Karimun

Kulit  kayu yang tumbuh di kawasan pesisir itu dapat menghasilkan tanin untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyamak. 

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kememtan) , Ali Jamil saat melepasĀ  22 ton kulit kayu bakau di Pulau Moro, Minggu (18/8).

Moro, Jurnas.com - Ada satu komoditas baru di Kepulauan Karimun yang dapat menjanjikan pemasukan negara dan masyarakat melalui, yaitu kulit pohon bakau asal pulau Moro.

Paska Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kememtan), Ali Jamil, melepas perdana ke Filipina pada April 2019, komoditas ini kian menggeliat.

"Program Agro Gemilang di Karimun mulai membuahkan hasil, menggiatkan pelaku agribisnis, menggali produk ekspor baru.  Selain kelapa, kemudian kulit bakau, lalu apa lagi? terus digali lagi apa yang bisa kita ekspor. Kami siap kawal," kata Ali Jamil saat melepas  22 ton kulit kayu bakau di Pulau Moro, Minggu (18/8).

Jamil menjelaskan, kegiatan ekspor ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk lakukan program nyata mendorong ekspor, ekspor dan investasi.

Pelepasan kali ini menggenapkan total ekspor kulit bakau dengan tujuan Filipina sebesar 131 ton. Pelepasan ekspornya melalui unit kerja karantina pertanian di Tanjung Balai Karimun.

"Sesuai persyaratan ekspor negara tujuan, kami pastikan komoditas ini sehat, aman dan dapat penuhi persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS)," tambahnya.

Kulit  kayu yang tumbuh di kawasan pesisir itu dapat menghasilkan tanin untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyamak.

Selain itu kulit kayu pohon  bakau dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi. Bahkan beberapa sumber menyebutkan, kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.

Sebelumnya, kelapa dan turunannya berupa air kelapa, bungkil dan juga dalam bentuk utuh jadi andalan komoditi ekspor dari pulau ini.

Sepanjang 2019 tercatat ekspor produk tumbuhan  sebanyak  1,100 ton senilai Rp43,8 miliar tujuan Malaysia.  Selain kelapa, komoditas lain adalah alpukat, kencur dan damar.

Hal ini disampaikan Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun, Priyadi.

Sementara untuk komoditas dari bidang karantina hewan, hingga Agustus 2019, sarang burung walet berhasil diekspor ke Singapura dan Taiwan sebanyak 399 kg dengan nilai ekspor mencapai Rp39 miliar.

Selain itu, madu tujuan Malaysia juga turut menyumbangkan devisa negara.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Pertanian Karimun Kulit Bakau




TERPOPULER :