Kamis, 19/09/2019 03:03 WIB

China Kutuk Dukungan AS untuk Demonstran Hong Kong

Juru bicara badan legislatif China, You Wenze, mengutuk pernyataan anggota parlemen Amerika Serikat (AS), yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump menghadiri pertemuan bilateral di sela KTT G20 di Osaka pada 29 Juni 2019. (Foto: AFP)

Beijing, Jurnas.com - Juru bicara badan legislatif China, You Wenze, mengutuk pernyataan anggota parlemen Amerika Serikat (AS), yang mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

You Wenze menyebut komentar para legislator AS, "sebuah pelanggaran berat terhadap semangat supremasi hukum, standar ganda yang mencolok, dan gangguan besar dalam urusan dalam negeri China."

Dikutip dari Associated Press, dia mengatakan bahwa 7,5 juta penduduk Hong Kong dan populasi China secara keseluruhan menolak tindakan sekelompok kecil pengunjuk rasa yang kejam, serta campur tangan pasukan asing.

You memang tidak secara khusus menyebutkan satu per satu anggota parlemen yang memberikan dukungan. Namun sejumlah senator AS dan anggota Kongres, termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi, telah menegaskan komitmen AS untuk hak asasi manusia dan mendesak pemerintah Hong Kong untuk mengakhiri kebuntuan.

Kongres juga memiliki kekuatan mengeluarkan undang-undang yang dapat memengaruhi hubungan Hong Kong dan AS, dengan cara-cara yang selanjutnya dapat mengikis reputasi teritori untuk stabilitas dan supremasi hukum.

Kekuatan itu termasuk mengenalkan kembali Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong, yang di dalamnya mensyaratkan Sekretaris Negara untuk mengeluarkan sertifikasi tahunan otonomi Hong Kong untuk membenarkan perlakuan khusus yang diberikan kepada negara kota tersebut.

Lebih langsung, Presiden Donald Trump dapat dengan mudah mengeluarkan perintah eksekutif yang menangguhkan status perdagangan khusus Hong Kong dengan AS, sebuah langkah yang dapat berdampak buruk pada ekonomi lokal, pada saat Beijing dan Washington terlibat dalam perang perdagangan yang pahit.

TAGS : Demonstran Hong Kong Amerika Serikat China




TERPOPULER :