Senin, 23/09/2019 08:17 WIB

Irak Paksa Pesawat AS Tak Mengudara di wilayahnya

Jika melanggar, sistem pertahanan udara Irak akan menyerang pesawat tersebut.

Super Hornet Angkatan Laut AS F / A-18E terbang di atas Irak sebagai bagian dari Operasi Inherent Resolve. (Foto: Presstv)

Baghdad, Jurnas.com - Perdana Menteri Irak, Adel Abdul-Mahdi, memaksa militer Amerika Serikat (AS) berhenti menerbangkan pesawat terbang, helikopter dan drone di atas langit negara itu. Jika melanggar, sistem pertahanan udara Irak akan menyerang pesawat tersebut.

Komandan senior militer AS di Irak bertemu dengan menteri pertahanan negara minggu ini untuk membahas permintaan baru-baru ini dari Abdul Mahdi untuk menghentikan semua penerbangan militer di wilayah udara negara itu menyusul ledakan misterius di Camp al-Saqr di luar ibukota Baghdad.

"Koalisi yang dipimpin AS harus mematuhi semua arahan yang diterima dari mitra Irak kami saat mereka melaksanakan perintah Perdana Menteri," kata pernyataan yang dikeluarkan Pasukan Gabungan Satuan Tugas Gabungan-Operasi Inherent Resolve militer AS.

Keputusan pejabat militer AS untuk mematuhi arahan Abdul-Mahdi sebagai tamu di perbatasan berdaulat Irak muncul setelah ia dilaporkan mendesak partai Irak dan non-Irak untuk mematuhi permintaan atau risiko dianggap musuh penerbangan.

Menurut laporan itu, Abdul-Mahdi, memperingatkan, aktivitas penerbangan yang tidak sah akan ditangani dari pertahanan udara Irak.

Namun, komandan AS tidak menunjukkan tanda-tanda berapa lama mereka sepakat menjaga pesawat AS keluar dari langit Irak.

Sementara itu, investigasi terkait ledakan di Camp Al-Saqr sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam waktu seminggu. Sementara, laporan menyatakan bahwa Israel di balik serangan tersebut.

Selain itu, seorang komandan PMF yang diidentifikasi sebagai Abu Alaa al-Walae menggambarkan keputusan Abdul-Mahdi untuk melarang drone AS di wilayah udara Irak sebagai keputusan yang sangat berani.

Laporan itu lebih lanjut mengutip seorang pejabat PMF yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, ada bukti serangan pesawat tak berawak yang menyebabkan ledakan baru-baru ini

Pasukan pemerintah Israel juga disalahkan karena menyerang kompleks pasukan militer Suriah yang memerangi teroris yang didukung asing masih menduduki bagian-bagian negara yang dilanda teror.

Ledakan baru-baru ini mengguncang ibu kota Irak dan mengirim bahan peledak dan peluru mortir ke langit, merusak rumah-rumah di dekatnya dan penduduk yang ketakutan berlari ke jalan-jalan membawa ponsel mereka.

TAGS : Serangam Misterius Iran Amerika Serikat




TERPOPULER :