Rabu, 18/09/2019 07:43 WIB

Momentum HUT RI, Menteri Amran Anugerahi Pejuang Pertanian

Amran secara khusus memberikan motivasi kepada para penerima penghargaan.

Petani tampak sedang panen bawang merah (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Momen peringatan  HUT RI menjadi ajang tersendiri bagi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha, petani, kelembagaan petani, penyuluh dan kelembagaan penyuluhan.

Tahun ini, Menteri Pertanian (Mantan), Andi Amran Sulaiman kembali memberikan penghargaan kepada pejuang pembangunan pertanian di gedung Kementan, Sabtu (17/8).

Pada kesempatan tersebut, Amran secara khusus memberikan motivasi kepada para penerima penghargaan. Bahkan memberikan tips dalam menjalankan usaha tani agar lebih berkembang.

Amran berharap pelaku usaha pertanian ke depan lebih berorientasi pada bisnis. Bahkan jangan takut untuk memasuki pasar ekspor.

"Kita ingin ke depan pertanian menjadi tangguh," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan.

Karena itu, kata Amran, andalan dan teladan yang mendapat penghargaan harus menjadi contoh bagi yang lain.  Bahkan menjadi `obor` atau cahaya bagi pelaku usaha pertanian di Indonesia.

Sementar itu, Sekjen Kementan, Momon Rusmono, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada seluruh  pelaku usaha.

Selain itu juga diharapkan dapat memotivasi pelaksana atau pelaku untuk terus menerus meningkatkan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Apalagi pemerintah juga mempunyai harapan agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

"Penghargaan ini jangan dilihat dari nilai uangnya. Tapi makna yang terkandung di dalamnya. Keteladanan jadi contoh bagi yang lain, khusunya petani dan penyuluh lainnya," katanya.

Ke depan menyikapi kondisi lingkungan yang terus berkembang, Momon berharap, pemberian penghargaan juga diberikan kepada petani milenial dan petani yang mampu mengekspor produk pertanian. Begitu juga penghargaan kepada pelaku modernisasi pertanian, seperti Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

"Kita ingin tunjukkan eksportir dan milenial yang berprestasi, mereka itu ada," ujarnya.

Selain itu, Momon meminta agar ada penghargaan untuk pelaku peternak yang berkecimpung dalam program Siwab dan Bekerja. Keberhasilan mereka bisa menjadi motivasi bagi pelaku lain, terutama bagi rumah tangga miskin yang mendapat bantuan program Bekerja.

"POPT dan peneliti juga harus kita apresiasikan. Nanti kita bisa buat acara yang lebih besar dan menjadi satu dengan kegiatan Adikarya Pangan," ujarnya.

Momon mengatakan, ke depan pembangunan pertanian lebih berorientasi pada kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Dua orientasi ini menjadi satu visi dan misi.

"Tekad kita dalam pembangunan pertanian yang dipikirkan adalah kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Untuk tahun 2020, kita melakukan penguatan kualitas SDM yang cerdas dan terampil. Karena itu keberhasilan pembangunan pertanian adalah penguatan SDM," tuturnya.

Teladan yang menerima penghargaan ada 30 orang berasal dari 26 provinsi dengan tujuh kategori, yakni, Petani Berprestasi lima orang, Gapoktan Berprestasi lima unit, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi lima unit, Penyuluh Pertanian Teladan (PNS/THL-TB PP/Swadaya) lima orang, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Berprestasi lima unit, Dosen Berprestasi lima orang, dan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Berprestasi dua unit.

Selain mendapatkan plakat, ungkap Dedi, penerima penghargaan juga mendapatkan tabungan BRI masing Rp20 juta. Sedangkan Gapoktan, KEP dan BPP berprestasi masing-masing sebesar Rp10 juta.

Sementara untuk dosen berprestasi peringkat pertama sebesar Rp20 juta, peringkat kedua Rp17 juta dan peringkat ketiga Rp15 juta. Adapun P4S Rp 10 juta.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian




TERPOPULER :