Senin, 23/09/2019 07:34 WIB

Dugaan Sindikat Penipuan TKI Overstay di Arab Saudi Mulai Terkuak

Pekerja dilarang keras transaksi selain dengannya. Jadi di sini mulai adanya unsur pemaksaan

Norah

Riyadh, Jurnas.com - Dugaan kekerasan dan perampasan barang milik WNI overstay yang sudah lama terjadi di Kota Riyadh, Arab Saudi mulai terkuak.

Seperti dikatakan Ahyar, aktivis Garda BMI di Arab Saudi, terduga pelaku diketahui bernama Nurhayati Binti Endih Sarip Kelahiran Purwakarta 23 Februari 1976.

Nurgayati atau dipanggil Norah adalah pemilik akun Facebook Oma Najwa. Akun ini berhasil diungkap melalui akun Ciung Winara serta pengakuan sejumlah para koran.

Ahyar menjelaskan, aksi penganiayaan dan perampasan barang-barang berharga berupa telepon genggam, uang, dan barang lainnya dilakukan Norah kepada anak asuhnya yang rata-rata berstatus overstay.

"Koban rata-masih bekerja dibawah naungan sarikah/agency dengan menawarkan fasilitas lebih baik dari yang mereka dapatkan dari perusahaan tempat bekerja sebelumnya," ujar Ahyar.

Kata Ahyar, para korban awalnya diberi gaji lebih tinggi dan fasilitas secara gratis. Sementara disarikah masih terdapat barbagai potongan gaji.

"Para pekerja migran yang kabur dan overstay ditampung oleh yang bersangkutan untuk dipekerjakan kembali. Pekerja dilarang keras transaksi selain dengannya. Jadi di sini mulai adanya unsur pemaksaan," ujar Ahyar.

Ahyar juga mengatakan, terduga pelaku tak segan-segan melakukan penganiayaan jika ada dari anak buahnya yang melarikan diri. Bahkan mereka tak segan-segan disekap, dibuang di tengah jalan.

Bahkan, jelas Ahyar, terduga pelaku mengancam kepada setiap korban dan keluarganya bila ada yang berani melapor atau mengadu. Ancaman dikirim via inbok facebook atau sms. Dan bukti ancaman itu disimpan oleh korban.

"Tindak penganiayaan tidak saja dilakukan oleh terduga sendiri, juga dilakukan pasangannya seorang warga negara pribumi (Arab Saudi) yang menurut pengakuan korban adalah suami dari terduga," kata Ahyar.

Ahyar menjelaskan, terduga mempekerjakan anak buahnya sama dengan sistem sarikah. Pengguna jasa PMI menyerahkan sewa langsung kepada yang bersangkutan.


"Semua ponsel anak buahnya sudah diseting, sehingga sistem komunikasi terkontrol untuk memudahkannya melakukan pemantauan," lanjut Ahyar.

"Informasi berkaitan dengan pelaku yang sudah sejak lama menjalankan aksinya berdasarkan pengakuan saksi korban dan mereka yang pernah tinggal bersama pemilik akun Nurhayatie Mbun,vironika dan banyak akun lainnya digunakan mencari korban tersebut dinyatakan sah telah melakukan tindak kekerasan, perampasan dan penjualan manusia/traffucking," jelasnya.

Ahyar mengatakan, klarifikasi melalui akun faceebok terduga pelaku dengan cara mencomot foto kegiatan kunjungan pejabat KJRI Jeddah beberapa waktu lalu diduga bagian teror kepada anak buahnya yang telah kabur dari penampungannya atau pulang.

Bahkan kepada salah satu korban, jelas Ahyar, pelaku mengirim pesan dengan caption sudah lapor imigrasi menampilkan dan mengakui foto yang dikirim adalah seorang petugas imigrasi.

"Padahal photto tersebut adalah polisi lalu lintas yang entah dicokot dari mana," kata Ahyar.

"Dari rangkaian ringkas peristiwa diatas sudah bisa disimpulkan tindak kekerasan, pemerasan dan teror, benar adanya dilakukan oleh terduga pelaku," lanjutnya.

Atas kejadian ini, Ahyar meminta pihak-pihak terkait dalam hal ini KBRI Riyadh untuk segera lakukan investigasi, karena yang dilakukan terduga pelaku diluar kewajaran.

"Data dan bukti pesan teror/ancaman terduga pelaku kepada korban langkah awal pemerintah mengungkap kasus ini kepublik," tegas Ahyar.

TAGS : Penipuan PMI Overstay




TERPOPULER :