Minggu, 18/08/2019 08:00 WIB

Khamenei Serukan Perlawan terhadap Arab Saudi dan Sekutunya

Arab Saudi, Emirat dan pendukung mereka, yang sudah melakukan kejahatan besar di Yaman harus dihadapi secara tegas.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei bertemu dengan delegasi dari gerakan Yaman Houthi Ansarullah yang dipimpin oleh juru bicaranya Mohammad Abdul-Salam (2nd-R) di Teheran, 13 Agustus 2019. (Foto: khamenei.ir)

Teheran, Jurnas.con - Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menyerukan perlawan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memimpin kampanye militer mematikan di Yaman.

Khamenei melontarkan seruan tersebut di sela pertemuan delegasi kunjungan dari gerakan Houthi Ansarullah Yaman, yang dipimpin juru bicaranya Mohammed Abdul-Salam di Teheran, Selasa (13/8).

Ia mengatakan, Arab Saudi, Emirat dan pendukung mereka, yang sudah melakukan kejahatan besar di Yaman harus dihadapi secara tegas.

Khamenei lebih lanjut menekankan perlunya melindungi persatuan negara yang dilanda perang dan integritas teritorial.

"Pelestarian integritas Yaman, mengingat berbagai ideologi agama dan etnis di negara itu, memerlukan dialog Yaman-Yaman," katanya.

Puluhan ribu orang tewas sejak Arab Saudi memimpin koalisi sekutunya - terutama Uni Emirat Arab - dalam perang yang didukung AS melawan negara paling miskin di dunia Arab itu yang bertujuan memulihkan kembali bekas pemerintah Yaman yang bersahabat di Riyadh.

Gerakan Houthi, yang didukung pasukan bersenjata Yaman yang bersekutu, telah berhasil mempertahankan negara melawan agresi yang dipimpin Arab Saudi.

Di tempat lain, Pemimpin mengucapkan selamat kepada rakyat Yaman atas keberhasilan perlawanan mereka dalam menghadapi agresi militer dari Arab Saudi dan sekutunya.

Ia menyatakan, negara yang tertindas tidak diragukan lagi akan muncul sebagai pemenang.

"Masa depan yang baik sedang menunggu orang-orang Yaman. Dengan rahmat ilahi, mereka akan membentuk pemerintahan yang kuat dan mencapai kemajuan dalam kerangka pemerintahan itu," ujar Khamenei.

Gerakan Houthi Ansarullah sudah terlibat urusan negara Yaman sejak 2014, ketika presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi mengundurkan diri di tengah konflik politik dengan Houthi dan kemudian melarikan diri ke ibukota Saudi.

Khamenei juga mengkritik ketidakpedulian Barat terhadap kejahatan yang dilakukan di Yaman, dengan mengatakan perkembangan yang terjadi di negara Arab sudah mengungkapkan sifat sebenarnya dari mereka yang mengaku sebagai pendukung hak asasi manusia di AS dan Barat.

"Negarawan AS dan Barat melakukan ekses terburuk di bawah kedok kemanusiaan, sipil, dan moral, dan tanpa henti mengklaim penghormatan terhadap hak asasi manusia," kata Khamenei.

"Kekuatan kriminal ini harus dihadapkan dengan kekuatan pengabdian, perlawanan, dan dengan bergantung pada (iman dalam) kemenangan ilahi. Ini adalah satu-satunya cara (untuk menghadapi mereka)," tambahnya.

Khamenei mengutip contoh perlawanan Republik Islam terhadap tekanan asing sejak Revolusi Islam 1979, terutama selama perang yang didukung oleh rezim Irak yang didukung Barat terhadap Iran pada 1980-an.

Meskipun ada 40 tahun sanksi, negara Iran sudah membuat prestasi penting di bidang pertahanan, kata Pemimpin.

Khamenei lebih lanjut menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan Ibrahim Badreddin al-Houthi baru-baru ini, saudara laki-laki pemimpin Ansarullah Abdul-Malik al-Houthi, yang dilaporkan terkait dengan pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, Juru bicara Houthi, memuji dukungan Ayatollah Khamenei untuk bangsa Yaman sebagai berkah dan sangat membesarkan hati.

Ia menyamakan dukungan Iran untuk orang-orang yang tertindas di dunia, terutama Yaman, dengan posisi keagamaan dan ideologis.

Rakyat Yaman menghadapi perang yang dilakukan sebanyak 17 negara, kata Abdul-Salam, yang berjanji, perlawanan dan ketabahan bangsa di hadapan para penindas akan bertahan hingga kemenangan penuh.

TAGS : Arab Saudi Ali Khamenei dan Uni Emirat Arab Yaman




TERPOPULER :