Sabtu, 24/08/2019 12:05 WIB

Peternakan Tempat Ideal untuk Panel Surya

instalasi panel surya terbesar sebagian besar ditemukan di padang pasir.

Pemasangan panel Surya di area peternakan (foto: UPI)

Jurnas.com - Sebuah penelitian yang dilakukan profesor ilmu pertanian di Oregon State University Chad Higgins menemukan, peternakan adalah pengaturan ideal untuk panel surya.

Menurut penelitian itu, jika hanya 1 persen dari lahan pertanian dunia dikonversi menjadi panel surya, daya yang dihasilkan akan cukup untuk memenuhi permintaan listrik global.

"Hasil kami menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk surya dan pertanian untuk bekerja sama untuk menyediakan energi yang dapat diandalkan," kata Chad Higgins dilansir UPI.

"Ada pepatah lama bahwa pertanian dapat memproduksi terlalu banyak apa pun. Itulah yang kami temukan di listrik juga. Ternyata 8.000 tahun yang lalu, petani menemukan tempat terbaik untuk memanen energi matahari di Bumi," tambahnya.

Chad menambahkan, instalasi panel surya terbesar sebagian besar ditemukan di padang pasir. Ada banyak ruang terbuka dan sedikit awan di sana, tetapi padang pasir juga sangat panas. Ketika terlalu panas, panel surya tidak berfungsi seefisien mungkin.

Oregon State sebelumnya bekerja sama dengan Tesla untuk memasang lima susunan panel surya di lahan pertanian terdekat. Untuk studi terbaru, para ilmuwan mengumpulkan data produksi daya di salah satu array setiap 15 menit selama beberapa bulan.

Tim peneliti menyinkronkan pengumpulan data mereka dengan pengamatan oleh stasiun penelitian cuaca yang dipasang di sebelah array. Para ilmuwan membuat katalog suhu udara, kelembaban relatif, kecepatan angin, arah angin, kelembaban tanah, dan pengukuran energi matahari yang masuk setiap 15 menit.

Para peneliti menggunakan data yang mereka kumpulkan untuk membangun model yang memprediksi kombinasi kondisi iklim mana yang memungkinkan tingkat efisiensi panel surya tertinggi.

"Kami menemukan bahwa ketika dingin di luar, efisiensinya menjadi lebih baik," kata Higgins. "Jika panas, efisiensinya semakin buruk. Ketika mati tenang, efisiensinya lebih buruk, tetapi angin membuat itu lebih baik. Karena kondisinya menjadi lebih lembab, panelnya menjadi lebih buruk. Panel surya seperti manusia dan cuaca, mereka lebih bahagia saat dingin, berangin, dan kering."

Mitra penelitian Higgins, Elnaz Hassanpour Adeh, lulusan doktoral baru-baru ini dari program rekayasa sumber daya air OSU, menggunakan model untuk mensurvei peta satelit yang diselenggarakan oleh 17 jenis tutupan lahan, termasuk lahan pertanian, hutan campuran, perkotaan dan sabana.

Analisis rinci minggu ini dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan lahan pertanian akan menawarkan susunan panel surya tingkat tertinggi dari produksi daya.

TAGS : Panel Surya Area Peternakan Hasil Penelitian




TERPOPULER :