Kamis, 19/09/2019 03:40 WIB

Dua Cara Ini Diyakini Mampu Tingkatkan Produktivitas Pertanian Garut

Petani harus membuat pupuk organik dan pestisida sendiri, agae menghemat biaya yang harus dikeluarkan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) pada kunjungan kerja Kementan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi XI DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Garut, Rabu (7/8).

Garut, Jurnas.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi membeberkan jurus untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan kepada petani di Kabupaten Garut.

Jurus itu disampaikan di sela kunjungan kerja Kementan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi XI DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Garut, Rabu (7/8).

"Jurus pertama pada saat harga jatuh, petani jangan risau cari solusi, jangan salahkan kondisi. Caranya petani harus mulai bisa membuat pupuk dan pestisida sendiri," ujar Suwandi.

Suwandi menjelaskan dengan membuat pupuk organik dan pestisida sendiri, petani bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan. Dengan begitu, petani dapat menekan ongkos produksi, sehingga berdampak pada besarnya pendapatan yang diperoleh.

"Tentunya nantinya jika ada kenaikan harga tidak terlalu berpengaruh ke kondisi pendapatan petani," jelasnya.

Jurus kedua, lanjut Suwandi, petani yang sudah tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) harus naik kelas menjadi Koperasi, Badan Usaha Masyarakat dan berkorporasi.

"Kalau bersatu pasti akan memudahkan mencari mitra maupun mengakses permodalan. Petani harus bersatu agar punya bargaining position. Saatnya jadi price maker, jangan jadi price taker terus," cetusnya.

Selain memberi jurus ke petani, Suwandi juga memberikan bantuan senilai Rp2 moliar berupa Corn Sheller, Power Tresher, Traktor roda dua dan roda empat, pompa air, cultivator bibit kopi dan domba.

Total bantuan yang diberikan Kementan tahun 2019 untuk kabupaten garut sekitar Rp70 miliar.

"Mohon kepada Bapak Justan Irjen Kementan membantu mengawal bantuan secara tertib, baik administrasi maupun pemanfaatannya. Khusus alat mesin pertanian (Alsintan) harus dimanfaatkan dengan baik jangan nganggur biar berdaya guna dan produktif," ujarnya.

Suwandi menambahkan terkait dengan pertanaman pun petani agar jangan berhenti tanam dan jangan biarkan sepetak tanah pun menganggur. Petani harus bisa merubah mindset untuk tanam setiap saat.

"Bahkan di Juli hingga September ini kalau berhasil menambah luas tanam, saya yakin Garut akan mampu menyalip wilayah lain," tegasnya.

"Atas arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami tentunya siap mendukung Garut dan meminta komitmen Bupati dan petani bersungguh-sungguh memanfaatkan potensi pertanian semaksimal mungkin," tandas Suwandi.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebutkan program atau bantuan pemerintah pusat, khususnya di sektor pertanian berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut, dari 11,23 persen tahun lalu menjadi 9,23 persen.

Kini Kabupaten Garut menjadi sentra produksi jagung berkat bantuan Kementan.

"Gairah petani menanam jagung disini sangat bagus, apalagi dengan adanya bantuan Kementan semakin memacu minat petani kami menanam jagung," tegasnya.

"Begitu pula untuk perikanan, kami ucapkan juga terima kasih kepada KKP yang telah banyak memberi bantuan ke masyarakat Garut," imbuhnya.

Wakil Ketua BPK, Rizal Djalil sekaligus selaku pihak yang mengawal bantuan pemerintah mengapresiasi Kementan dan KKP atas perhatiannya untuk kemajuan Kabupaten Garut, khususnya mengoptimalkan bantuan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Sebagai sentra jagung, kita bersama mari mendorong kekuatan internal di Kabupaten Garut yang sudah surplus ini ke arah perbaikan hilirisasi industri peternakannya," katanya.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Suwandi Pangan Jawa Barat




TERPOPULER :