Sabtu, 24/08/2019 11:18 WIB

Pengembangan Inovasi Butuh Kolaborasi Industri, Perguruan Tinggi dan Litbang

Pemerintah akan mendorong pengembangan inovasi dengan menformulasikan kemampuan yang dimiliki industri dan perguruan tinggi sehingga bisa dikolaborasikan

Ilustrasi Revolusi Industri 5.0 (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Jurnas.com - Pengembangan inovasi dan riset membutuhkan kerja sama antara pelaku industri, Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang. Hal itu karena menurut Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, agar penelitian atau hasil inovasi yang dikembangkan sesuai dengan pasar.

"Jadi mereka tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi mereka ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Sehingga industri melihat bahwa yang mereka mau hasilkan adalah yang laku di pasar," ujar Ophirtus dalam acara Seleksi Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya, Rabu (31/07) di gedung BPPT, Jakarta.

"Karena itu, kita mendorong industri untuk bekerjasama dengan lembaga Litbang dan perguruan tinggi. Karena disitulah tempatnya SDM-SDM untuk mengembangkan teknologi di depan," tambahnya.

Salah satu keuntungan yang bisa didapat dari adanya kolaborasi tersebut, lanjut Ophirtus, akan memudahkan industri-industri jika ingin melakukan penelitian, cukup menyerahkan kepada perguruan tinggi atau lembaga Litbang untuk melakukan hal tersebut.

"Karena mereka sifatnya profit maka bersama-sama membiayai riset itu, supaya industri tidak melakukan riset sendiri. Tapi dia tinggal men-deliver kepada lembaga Litbang atau perguruan tinggi saya butuh sebuah riset," lanjutnya.

Nantinya, kata Direktur Sistem Inovasi itu, Pemerintah akan mendorong pengembangan inovasi dengan menformulasikan kemampuan yang dimiliki industri dan perguruan tinggi sehingga bisa dikolaborasikan untuk menghasilkan riset yang dapat difungsikan oleh masyarakat.

"Kita akan formulasikan semuanya, mulai dari melihat kemampuan perguruan tinggi kita, kemudian bagaimana kemampuan industri kita, terus disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat, sehingga ada keseimbangan untuk menghasilkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bukan hanya pada fase publikasi," tuturnya.

Mendorong hal tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemerinstekdikti) menggelar Seleksi Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya. Anugerah ini diberikan kepada badan usaha/industri atas prestasi pelaksanaan inovasi yang berhasil, hingga dapat menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersil, ekonomi maupun sosial budaya.

Adapun industri yang menjadi nominator Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 Kategori Abyudaya adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Pertamina, PT Pindad, PT Pupuk Kaltim, PT Kapsulindo Nusantara, PT Karya Daya Syafarmasi, PT Powertech Nano Industri, PT Rekaindo Global Jasa, PT Rekadaya Multi Adiprima, PT Samudera Luas Paramacitra, PT Tesena Inovindo, PT Xirea Silicon Technology, dan PT Zenith Allmart Precisindo.

TAGS : Pengembangan Inovasi Perguruan Tinggi Ophirtus Sumule




TERPOPULER :