Jum'at, 27/11/2020 15:44 WIB

AS Bantah Akan Keluar dari Perjanjian Uji Coba Nuklir

AS membantah tudingan Rusia yang menyebut Washington akan keluar dari Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT).

Ledakan Nuklir (Foto: BBC)

Jenewa, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) membantah tudingan Rusia yang menyebut Washington akan keluar dari Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT).

Menurut Duta Besar AS Robert Wood, tuduhan Rusia merupakan propaganda "licik" layaknya yang pernah dilakukan oleh Uni Soviet.

"Saya harus menanggapi jenis propaganda licik seperti Soviet yang didukung sebelumnya oleh Rusia. Kami telah memperjelas bahwa kami akan mematuhi moratorium pengujian nuklir kami," tegas Wood.

Dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (30/7), seorang utusan Rusia mengatakan pada konferensi perlucutan senjata di Jenewa, Swiss, bahwa Washington berencana keluar dari CTBT, dengan dalih Moskow telah melanggarnya lebih dulu.

"Tampaknya melalui propaganda seputar klaim palsu tentang kepatusah Rusia, ada upaya untuk mempersiapkan pendapat internasional agar AS keluar dari CTBT, dan kemudian menyalahkan Rusia di Jenewa," kata Duta Besar Rusia di Jenewa, Andres Belousov.

AS sebelumnya juga akan menarik diri dari Perjanjian Nuklir Jangka Menengah (INF), pada 2 Agustus mendatang, dengan alasan bahwa mereka perlu mengembangkan hulu ledak sendiri untuk mencegah ancaman Rusia.

Namun Rusia membantah bahwa negara tersebut sepenuhnya patuh pada perjanjian INF. Moskow menyebut penarikan tersebut atas keinginan Washington.

"Saya dapat mengatakan dengan tegas bahwa trik semacam itu tidak akan berhasil lagi," tegas Belousov.

Diketahui, AS dan sekutu-sekutu NATO-nya mengatakan bahwa untuk mematuhi perjanjian INF, Rusia harus menghancurkan rudal jelajah peluncur darat SSC-8, yang menurut Washington melanggar larangan perjanjian mengenai rudal-rudal darat dengan jangkauan 500-5.500 km (300-3.400 mil).

Wood mengatakan sepenuhnya tergantung pada Rusia apakah penarikan AS dilakukan pada 2 Agustus, tetapi Rusia telah menjelaskan bahwa mereka tidak berniat untuk mengambil langkah-langkah yang diminta Washington.

TAGS : Amerika Serikat Rusia Uji Coba Nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :