Sabtu, 24/08/2019 12:10 WIB

Jumlah Peneliti Indonesia Masih Minim

Jumlah peniliti di Indonesia yang notabennya negara padat penduduk masih sangat minim di bandingkan negara luar.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe

Jakarta, Jurnas.com - Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengungkapkan, jumlah peniliti di Indonesia yang notabennya negara padat penduduk masih sangat minim di bandingkan negara luar.

"Kita Indonesia baru memiliki 87 peneliti per 1 juta penduduk, Singapura itu sudah 7000, padahal jumlah orang kita sangat banyak banyak," ujar Jumain Appe di sela-sela penyeleksian penerima anugerah Iptek dan Inovasi di Jakarta, Senin (29/07).

Jumain menambahkan, salah satu faktor minimnya jumlah peneliti tanah air ialah kualitas sumber daya manusia yang belum memadai. Ia mencontohkan bagaimana Jepang mampu menghasilkan peneliti-peneliti baru karena serius membangun sumber daya manusianya.

"Negara -negara eropa kita 0,1 satu peneliti Jepang itu sudah 5 % peneliti hal-hal inilah yang harus kita perhatikan jika kita ingin meningkatkan indeks global kita," katanya.

Ia pun mendorong agar pemerintah fokus untuk pada peningkatan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki pengetahuan, serta topik-topik penelitian unggul dan menarik.

"Saya kira kalau itu kita lakukan terus menerus saya kira kita akan bisa menghasilkan publikasi dunia internasional, kemudian menghasilkan penelitian dan pengembangan yang kita hasilkan menghasilkan sebuah penelitian yang banyak dan bisa dipatenkan," tuturnya.

Untuk itu, lanjut Jumain, Kemenristekdikti mendorong peningkatkan jumlah peneliti tanah air dengan terus mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki, salah satunya melalui ajang penganugerahan IPTEK dan Inovasi 2019.

"Dalam penilaian kandidat penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019, salah satu penilaiannya adalah bagaimana sumber daya manusianya, kita harus mengembangkan sumber daya manusianya, bagaimana kebijaksanaan-kebijakan pemerintah daerah itu dalam mengembangkan SDM yang diperlukan untuk pembangunan wilayah tersebut," tambah Jumain.

TAGS : Peneliti Indonesia Jumain Appe




TERPOPULER :