Kamis, 25/02/2021 17:09 WIB

Delapan Kandidat Penerima Anugerah Iptek dan Inovasi Kemenristekdikti

Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional kategori Budhipura dan Budhipraja kepada para pemenang, nantinya akan diserahkan pada Malam Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menggelar seleksi calon penerima Anugerah Iptek dan Inovasi 2019 kategori Pemerintah Provinsi (Budhipura) serta kategori Pemerintah Kabupaten dan Kota (Budhipraja) di Jakarta selama 29-31 Juli 2019.

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Jumain Appe, anugerah ini dilaksanakan untuk memberi apresiasi atas prestasi pemerintah daerah terkait kinerjanya untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya.

"Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional diberikan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 yang dipusatkan di Bali pada 28 Agustus 2019," ujar Jumain.

Hakteknas tahun ini mengangkat tema: “Iptek dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0” dan sub tema: “Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”.

Dalam penyeleksian itu, delapan kandidat terbaik terpilih untuk meraih Anugerah Iptek Kategori Budhipura, antara lain: Provinsi Bali, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Sementara kandidat Anugerah Iptek Kategori Budhipraja untuk Pemerintah Kabupaten yakni: Kabupaten Badung, Bogor, Konawe Selatan, Kulon Progo, Luwu Utara, Toli Toli, dan Wonogiri. Selanjutnya, kandidat Anugerah Iptek Kategori Budhipraja untuk Pemerintah Kota adalah Kota Bukit Tinggi, Cimahi, Salatiga, Surakarta, Pontianak, Tarakan, dan Tegal.

Jumain Appe menambahkan, anugerah Iptek dan Inovasi kategori Budhipura diberikan kepada Pemerintah Provinsi sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di wilayahnya berupa pembinaan kabupaten dan kota, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitasi sumber daya, maupun penciptaan iklim kondusif bagi pengembangan dan penguatan inovasi pada kabupaten dan kota, sehingga dapat dihasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah akademis, ekonomi maupun sosial-budaya.

“Anugerah Iptek dan Inovasi kategori Budhipraja merupakan anugerah yang diberikan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengapresiasi prestasi dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penguatan ekosistem inovasi dan meningkatkan daya saing daerahnya. Mulai tahun ini Anugerah Budhipraja akan dibagi dua, yang diberikan terpisah untuk pemerintah kabupaten dan pemerintah kota," kata Jumain.

Tahap penjaringan dan penyaringan awal dengan menggunakan instrumen/alat ukur Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang terdiri dari empat aspek yaitu (1) Penguat, (2) Ekosistem Inovasi, (3) Sumber Daya Manusia, dan (4) Aspek Pasar. Keempat aspek tersebut dibangun oleh berbagai indikator yang mencerminkan kinerja inovasi dan daya saing daerah, tingkat produktivitas, kemajuan, dan kemandirian daerah.

Direktur Sistem Inovasi, Ophirtus Sumule menjelaskan bahwa instrumen IDSD digunakan sebagai tools untuk menilai keberhasilan suatu daerah dalam membangun ekosistem inovasi dan mengakselerasi peningkatan daya saing daerahnya sebagai prasyarat peningkatan daya saing nasional.

"Pengukuran IDSD diharapkan menjadi salah satu dasar utama penyusunan dan penetapan kebijakan nasional maupun daerah yang mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan daerah yang inovatif," katanya.

Penyerahan Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional kategori Budhipura dan Budhipraja kepada para pemenang, nantinya akan diserahkan pada Malam Apresiasi Anugerah Iptek dan Inovasi bersama dengan para pemenang anugerah lainnya yakni: Widya Padhi, Prayoga Sala, Abyudaya, Adibrata, Labdha Kretya dan Widya Kridha, pada 27 Agustus 2019 di Denpasar, Bali.

TAGS : Anugerah IPTEK Kemenristekdikti




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :