Rabu, 25/11/2020 09:58 WIB

Sumbar Dipastikan Tetap Mendapat Perhatian Jokowi

Persatuan dengan rakyat adalah kunci merebut hati rakyat.

Sekjen DPP PDIP Hasto kristiyanto saat Konferda PDIP Sumbar

Padang, Jurnas.com - DPP PDI Perjuangan memastikan bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan tetap memberi perhatian dan membangun Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) walaupun pada Pemilu 2019 kalah telak di tanah minang.

Seluruh kader PDI Perjuangan di provinsi itu juga diminta tak berkecil hati dan tetap bersemangat bekerja, tetap meyakini persatuan dengan rakyat adalah kunci merebut hati rakyat.

Pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma`ruf hanya meraih sekitar 14 persen suara berbanding raihan Prabowo-Sandi di angka lebih dari 85 persen. PDI Perjuangan (PDIP) juga kehilangan dua kursi DPR yang pernah diperoleh di pemilu 2014.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, meskipun Jokowi dan KH Ma`ruf Amin kalah di Sumbar, tapi beliau adalah presiden seluruh rakyat Indonesia dan juga akan memperhatikan kemajuan perkembangan baik secara fisik maupun kemajuan budi pekerti di Sumbar.

"Karena itulah kami datang, ditugaskan oleh Ibu Megawati dengan semangat untuk membangun PDI Perjuangan dan menjadi jembatan yang baik antara masyarakat Sumbar dengan pemerintah Pak Jokowi-KH Ma`ruf Amin," kata Hasto saat pembukaan Konferda DPD PDI Perjuangan Sumbar, di Padang, Minggu (28/7/2019).

Hasto yang ditemani Wasekjen PDIP Ahmad Basarah meminta kepada para kader PDI Perjuangan di seluruh Sumbar untuk tidak berkecil hati.

"Sebagai partai pejuang, kita tak pernah menyerah," ujar Hasto.

"Kita tumbuhkan semangat juang. Karena Indonesia satu kesatuan. Kader-kader PDI Perjuangan di Sumbar menjadi satu kesatuan keluarga ideologis yang menempatkan Bung Karno, Bu Mega dan Pak Jokowi dalam satu kesatuan kepemimpinan nasional," tambahnya.

Untuk membakar semangat kader, Hasto lalu menceritakan pengalaman Bung Karno sebagai inspirasi. Saat jaman kolonial, Bung Karno dibuang ke Bengkulu agar mati karena sakit malaria. Ruang geraknya dibatasi.

Namun, di Bengkulu yang hidup dalam tradisi Islam yang kuat, Bung Karno justru melakukan pemetaan politik dan menemukan dua orang guru yang menjadi pengurus PNI.

Bersama kedua guru itu, Soekarno membangun kesadaran masyarakat Bengkulu, menggalang keadasaran progresif dan kesadaran untuk merdeka, hingga merancang Mesjid Jami`.

"Pesan moral dari hal ini adalah bahwa politik itu mengorganisir rakyat, menyatu dengan seluruh pergerakan rakyat. Maka kita mengambil pelajaran penting untuk bangkit bergerak di Sumatera Barat ini," kata Hasto.

Melalui konferda itu, Hasto mengajak semua kader melakukan kritik dan otokritik, menyusun program terbaik, turun ke rakyat dengan senyum gembira.

"Menyapa dan turun ke bawah bersama mereka, karena PDI Perjuangan adalah partainya rakyat. Selamat ber-konferda dan mari kita rancang program terbaik dengan hubungan yang sangat baik dengan seluruh tokoh parpol, agama, dan tokoh masyarakat," kata Hasto.

TAGS : Sumbar Pemerintahan Jokowi Konferda PDI Perjuangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :