Minggu, 12/07/2020 03:15 WIB

Kolaborasi Kemenkes-YARSI Target Turunkan Angka Stunting di Pandeglang

Universitas YARSI menggelar rapat koordinasi yang dilakukan sebagai pembuka dari rangkaian kegiatan pendampingan dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang

Universitas YARSI menggelar rapat koordinasi yang dilakukan sebagai pembuka dari rangkaian kegiatan pendampingan dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang, Kamis (25/07).

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah melakukan kerjasama dengan 17 Perguruan Tinggi di Indonesia salah satunya Universitas YARSI untuk mengatasi masalah stunting.

Dalam kerja sama tersebut, Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu kabupaten prioritas penanggulangan stunting yang telah ditetapkan oleh Kemenkes untuk mendapat pendampingan program penurunan stunting oleh Universitas YARSI.

Untuk itu, Universitas YARSI menggelar rapat koordinasi yang dilakukan sebagai pembuka dari rangkaian kegiatan pendampingan dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan langkah pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pandeglang.

"Universitas YARSI menargetkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi stunting di Indonesia agar kurang dari 20 persen. Kemenkes pun mengandeng kampus disebabkan kampus mempunyai program pengabdian masyarakat dan adanya SDM kampus yang memadai," kata Rektor Universitas YARSI Prof. Fasli Jalal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/07). 

Setelah rapat koordinasi ini, Universitas YARSI akan menerjukan dosen dan mahasiswa dari berbagai keilmuan untuk melakukan kegiatan pendampingan di tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten Pandenglang. Terutama di 10 desa lokus stunting yaitu Desa Tegalongok, Desa Pasir Karag, Desa Koroncong, Desa Pakuluran, Desa Bayumundu, Desa Kadumaneuh, Desa Kadugadung, Desa Koncang, Desa Langeunsari, Desa Pasirdurung.

"Kegiatan Pendampingan Universitas YARSI penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang dimotori oleh Fakultas Kedokteran yang disupport oleh Fakultas Psikologi, Ekonomi dan Teknologi Informasi serta Bagian Agama Islam," ujar Fasli.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan pada tanggal 25-26 Juli 2019 di Hotel Horison Altama Pandeglang, dihadiri oleh Rektor Universitas YARSI, Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes, Bupati Pandeglang, Setda, Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.

Rapat itu juga dihadiri Kepala Dinas sektor terkait intervensi sensitif stunting yaitu Dinas Sosial, Kepala Bapedda Kabupaten Pandeglang, Kepala DP2KBP3A, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perikanan, Dinas Perkim, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Disperindag, Disdukcapil dan Diskomsastik.

Selain itu, enam Camat di lokus stunting yaitu Camat Bangkonol, Camat Kaduhejo, Camat Banjar, Camat Cipeucang,Camat Saketi, Camat Sindang Resmi serta Kepala Puskesmas PKM Bangkonol, PKM Kaduhejo, PKM Banjar, PKM Cipeucang, PKM Saketi dan PKM Sindang Resmi juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Universitas YARSI sendiri yang terletak di JL. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarata Pusat saat ini memiliki enam Fakultas dengan 10 prodi (Fakultas Kedokteran dengan Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter), Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Prodi Manajemen dan Akuntansi).

Lainnya adalah, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi ( Prodi Teknik Informatika dan Prodi Ilmu Perpustakaan), Fakultas Kedokteran Gigi (Prodi Pendidikan Dokter Gigi dan Prodi Profesi Dokter Gigi) dan Sekolah Pasca Sarjana dengan 3 prodi yaitu Magister Manajemen, Magister Kenotariatan dan Magister Sains Biomedis.

TAGS : Universitas YARSI Kemenkes Angka Stuntinng




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :