Sabtu, 05/12/2020 00:37 WIB

Iran Meradang Brasil Enggan Isi Bahan Bakar Dua Kapalnya

 Perusahaan minyak Brasil, Petrobras enggan memberikan bahan bakar karena kapal tersebut masuk daftar sanksi Amerika Serikat (AS). 

Kapal Iran, Bavand terlihat di dekat pelabuhan Paranagua, Brasil 18 Juli 2019. (Foto: Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Iran meminta Brasil mengizinkan pengisian bahan bakar kapal Iran atau meminta Teheran membatalkan impor senilai USD2 miliar per tahun dari negara Amerika Latin itu.

Dua kapal Iran, Bavand dan Termeh dilaporkan terdampar di lepas pantai Brasil karena kehabisan bahan bakar. Perusahaan minyak Brasil, Petrobras enggan memberikan bahan bakar karena kapal tersebut masuk daftar sanksi Amerika Serikat (AS). 

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengatakan, pemerintah Brazil sudah memperingatkan perusahaan-perusahaan lokal perihal sanksi Gedung Putih yang diberlakukan di Iran.

Brasil dan Iran sebenarnya memiliki hubungan baik seperti tercatat dalam sejarah, tetapi kefanatikan Presiden Bolsonaro dengan Trump dan dorongannya untuk menjalin hubungan erat dengan Israel buat negara itu berubah.

"Saya, khususnya, semakin dekat dengan Trump, saya diterima dua kali olehnya. AS adalah ekonomi No. 1 di dunia, pasar terbesar kedua kami, dan sekarang Brasil memiliki senjata untuk melakukan transaksi dan kemitraan," kata Bolsonaro.

Pernyataannya itu disampaikan saat dua kapal Iran, satu dilaporkan membawa jagung, terdampar di pelabuhan Paranagua, tidak dapat kembali ke Iran karena kekurangan bahan bakar.

Iran adalah salah satu importir biji-bijian terbesar dari Brasil. Ketegangan kedua negara tersebut membuat para pedagang Brasilia khawatir.

Pada Selasa (23/7), Duta Besar Iran di Brasili,  Seyed Ali Saghaeyan, mengatakan kepada para pejabat Brasil, Teheran dapat dengan mudah menemukan pemasok jagung, kedelai dan daging baru, jika negara Amerika Selatan itu menolak mengizinkan pengisian bahan bakar kapal Iran.

"Saya memberi tahu orang-orang Brasil bahwa mereka harus menyelesaikan masalah, bukan orang Iran," kata Saghaeyan dalam sebuah wawancara di Kedutaan Besar Iran di Brasilia.

"Jika tidak diselesaikan, mungkin pihak berwenang di Teheran mungkin akan mengambil keputusan karena ini adalah pasar bebas dan negara-negara lain tersedia," tambahnya.

Saghaeyan mengatakan Iran sedang mempertimbangkan untuk mengirim bahan bakar ke kapal-kapal yang terdampar, meskipun  memakan waktu lebih lama dan terbukti mahal.

Brasil merupakan negara tujuan baru untuk pengiriman petrokimia dari Teheran yang memanfaatkan pasar baru untuk mengimbangi penurunan penjualan minyak.

Dijuluki sebagai "Trump of the Tropics", proposal Bolsonaro untuk memindahkan kedutaan Brasil ke Yerusalem al-Quds menuai kecaman dari dunia Muslim.

Namun para pejabat senior Brasil menolak rencana tersebut karena berpotensi merusak hubungan dengan negara-negara Muslim dan membahayakan miliaran dolar ekspor daging halal Brasil.

Pada April, Brasil membuka misi perdagangan baru ke Israel selama kunjungan Bolsonaro ke Yerusalem al-Quds. Hal itulah yang membuat Palestina mempertimbangkan menarik duta besar mereka di Brasilia.

TAGS : Iran Brasil Amerika Serikat Impor Jagung




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :