Kamis, 21/11/2019 07:27 WIB

Hindari Kegagalan, Inovasi Harus Sesuai Kebutuhan Pasar

Pengukuran inovasi saat ini belum sampai pada tahapan kesesuaian dengan pasar, sehingga banyak inovasi yang hanya berakhir pada aspek peluncuran

Jumain Appe dalam “Sosialisasi Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pengukuhan dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov)” di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Jakarta, Jurnas.com - Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Jumain Appe mengatakan dalam rangka mendorong kesiapan inovasi ke tahap komersialisasi dan pengurangan resiko kegagalan, perlu dilakukan pengukuran tambahan berupa TKT (Tahap Kesiapan Teknologi).

Menurut Jumain, pengukuran inovasi saat ini belum sampai pada tahapan kesesuaian dengan pasar, sehingga banyak inovasi yang hanya berakhir pada aspek peluncuran, namun tak laku di pasaran.

"Kita sudah memiliki tingkat kesiapan teknologi akan tetapi pengukurannya masih spesifik hanya tekhnologi saja, bukan untuk mengukur bagaimana tekhnologi itu sampai ke pasar," kata Jumain dalam “Sosialisasi Permenristekdikti Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pengukuhan dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi (Katsinov)” di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Jumain menilai, inovasi harus memberikan perubahan yang signifikan, bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memberikan nilai komersil.
Masalah yang ditemukan di lapangan, kata Jumain, antara lain hasil inovasi belum siap dikomersialisasikan secara massal, karena adanya produk inovasi yang tidak memenuhi standar sehingga terhambat untuk dipasarkan.

"Produk inovasi menghadapi permasalahan di antaranya izin edar karena tidak memenuhi standar yang ada dan paling parahnya bisa ditangkap," ujarnya.

Jumain menambahkan, ada satu proses namanya proses manufactur atau pengolahan. Proses ini diberlakukan untuk melihat mulai dari bahan bakunya, bagaimana proses produksinya, kemudian bagaimana nanti delivery dan segala macam.

“Ketika semua ukuran ini ada, kalau tidak ada manajemennya, tidak ada sumber daya manusianya, hal ini juga berbahaya. Karena kuncinya di situ. Jadi ada manajemen, ada organisasi, dan ada orangnya,” katanya.(khr)

TAGS : Hasil Inovasi Jumain Appe Dirjen Penguatan Inovasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :