Minggu, 25/08/2019 22:47 WIB

Gebyar Wayang Kulit, PDIP Gelegarkan Budaya di Hati Rakyat

Acara wayang ini membawa semangat Satyameva Jayate yang artinya hanya kebenaran yang berjaya.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam acara Gebyar Wayang Kulit di Tugu Proklamasi, Jakarta

Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan menggelar Gebyar Wayang Kulit 2019 dalam rangka tasyakuran hari ulang tahun ke-46 partai sekaligus merayakan kemenangan Joko Widodo - Ma`ruf Amin.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen PDIP dalam mewujudkan Indonesia yang berkebudayaan seperti yang digagas Presiden Pertama RI Soekarno.

Acara wayang kulit sendiri digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) malam. Pewayang adalah Ki Warseno Slenk, Ki Sri Susilo Tengkleng dan Ki Suwondo. Lakon yang diangkat adalah Aji Norontoko.

"Pada malam ini PDIP yang punya komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana yang digagas Bung Karno mengadakan wayangan sekaligus tasyakuran atas kepercayaan rakyat yang diberikan kepada PDIP dan Pak Jokowi," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Tugu Proklamasi.

Hasto menilai acara wayang ini membawa semangat Satyameva Jayate yang artinya hanya kebenaran yang berjaya. Sementara lakon Aji Narontoko, kata Hasto, merupakan aji yang dimiliki Gatot Kaca sebagai seorang satria yang dikawal oleh para punakawan dan mampu menjalankan tugasnya di dalam membela negara. "Inilah yang menjadi semangat dedikasi PDIP," imbuhnya.

Hasto juga mengomentari soal postingan Presiden Joko Widodo di sejumlah media sosialnya. Menurut dia, wayang yang mengangkat kalimat lamun sira sekti aja mateni bermakna meskipun kuat, jangan menjatuhkan.

"Itu mengandung pesan-pesan kemanusiaan dari Presiden Jokowi. Bagaimanapun juga kekuasaan tidak boleh dipakai untuk menindas. Dan kami sangat beruntung punya presiden yang punya semangat itu. Semangat perikemanuskaan, semangat turun ke bawah bersama rakyat, hatinya terbuka terhadap penderitaan rakyat sehingga mengalirlah kebijakan-kebijakan yang membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan sebagaimana menjadi spirit dari Bung Karno dan dijalankan oleh Bu Megawati Soekarnoputri," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Wayang Kulit 2019 Untung Wiyono mengatakan, acara ini didukung langsung oleh Hasto Kristiyanto dan juga semangat gotong royong PDIP. Tiga dalang yang tampil merepresantisakan dalang Joglo, Jogjakarta dan Solo.

"Trio dalang ini akan membawa sebuah lakon semangat untuk generasi muda milenial untuk meneruskan perjuangan agar rakyat adil dan makmur," kata Untung.

Acara akan diawali dengan penampilan Ki Rusman tentang Gatot Kaca yang disukai oleh Bung Karno. Bahkan tarian yang ditampilkan Ki Rusman ini juga disukai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akhirnya menjadi cikal bakal presiden keempat RI itu menyukai dunia dari.

"Semoga acara ini tidak hanya berisi tontonan, tetapi tuntunan sosial, politik dan budaya sesama anak bangsa," jelas dia.

Dalam acara ini semula diagendakan akan hadir Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Di lokasi sendiri sudah hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

TAGS : Gebyar Wayang Kulit Ulang Tahun PDI Perjuangan




TERPOPULER :