Jum'at, 18/10/2019 19:25 WIB

Puntung Rokok Terbukti Hambat Pertumbuhan Tanaman

Sementara 4,5 triliun puntung rokok yang berserakan setiap tahun, menjadikan sampah tersebut sebagai pencemaran plastik paling besar di Bumi.

Puntung rokok (Foto: Townnews)

London, Jurnas.com - Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa puntung rokok terbukti menghambat pertumbuhan tanaman.

Sementara 4,5 triliun puntung rokok yang berserakan setiap tahun, menjadikan sampah tersebut sebagai pencemaran plastik paling besar di Bumi.

Dalam jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety ditemukan, puntung rokok mengurangi keberhasilan kecambah tanaman semanggi sebesar 27 persen, dan mengurangi panjang pucuk hingga 28 persen. Sedangkan berat akar berkurang 57 persen.

Untuk rumput yang terpapar puntung rokok, keberhasilan perkecambahannya berkurang menjadi 10 persen. Adapun untuk panjang daun berkurang 13 persen.

Dikutip dari Press Association pada Jumat (19/7), puntung rokok umumnya mengandung filter yang terbuat dari serat selulosa asetat, yakni sejenis bioplastik.

Dan filter dari rokok yang sudah tidak lagi digunakan itu, hampir sama dampaknya dengan filter dari rokok yang masih menyala, yakni sama-sama menunjukkan kerusakan tanaman.

Sebagai bagian dari penelitian, para akademisi mengambil sampel lokasi di sekitar Kota Cambridge, Inggris. Di tempat tersebut ditemukan sebuah daerah dengan 128 puntung rokok yang dibuang per meter persegi.

Peneliti lalu melakukan eksperimen kontrol berisi potongan-potongan kayu, dengan bentuk dan ukuran yang sama dengan puntung rokok.

"Meskipun menjadi pemandangan umum di jalan-jalan dan taman di seluruh dunia, penelitian kami adalah yang pertama menunjukkan dampak puntung rokok pada tanaman," kata peneliti utama, Dr. Dannielle Green dari Universitas Anglia Ruskin (ARU).

"Kami mendapati mereka memiliki efek merusak pada keberhasilan perkecambahan dan panjang pucuk rumput dan semanggi, dan mengurangi berat akar semanggi lebih dari setengahnya," terang dia.

"Ryegrass dan semanggi putih, dua spesies yang kami uji, adalah tanaman hijauan penting bagi ternak dan juga biasa ditemukan di ruang hijau perkotaan. Tumbuhan ini mendukung kekayaan keanekaragaman hayati, bahkan di taman kota. Semanggi putih secara ekologis penting untuk penyerbuk dan fiksasi nitrogen."

Peneliti tersebut menambahkan, filter membutuhkan waktu lama hingga bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade sebelum rusak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.

TAGS : Puntung Rokok Sampah Pencemaran Lingkungan




TERPOPULER :