Minggu, 25/08/2019 22:40 WIB

Kepemimpinan Inovatif Dorong Peningkatan Kualitas Produk Inovasi Perguruan Tinggi

Untuk mendorong gairah bagi perguruan tinggi meningkatkan inovasi perlu adanya insentif atau apresiasi yang diberikan pemerintah, baik kepada para dosen, mahasiswa maupun institusi.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe

Jakarta, Jurnas.com – Pengelolaan manajemen inovasi melalui kepemimpinan yang inovatif di sebuah perguruan tinggi akan mampu mendorong meningkatnya produk-produk inovasi dari perguruan tinggi yang dapat menjadi penguat daya saing bangsa. Hal itu disampaikan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe dalam acara Anugerah Iptek dan Inovasi Kategori Widyapadhi Politeknik di Hotel Sultan & Residence (18/07).

Menurut Jumain, keberhasilan suatu perguruan tinggi jika mampu melakukan pengelolaan yang baik, baik dari segi pendidikan maupun di bidang pengabdian yang inovatif atau mampu menghasilkan ide-ide yang berguna bagi masyarakat.

“Pengelolaan yang baik akan menghasilkan perguruan tinggi yang inovatif, yang mampu menghasilkan lulusan baik dari pengembangan skill maupun enterpreuner. Kemudian ide-ide yang dihasilkan memang yang diperlukan jangan yang hanya sampai pada publikasi kemudian kita simpan, tapi menjadi suatu produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Jumain.

Oleh karena itu, lanjut Jumain, untuk mendorong gairah bagi perguruan tinggi meningkatkan inovasi perlu adanya insentif atau apresiasi yang diberikan pemerintah, baik kepada para dosen, mahasiswa maupun institusi.

“Tentu kita harus memberikan sesuatu berupa daya tarik supaya itu semacam insentif kepada perguruan tinggi kita atau memberikan kepada perguruan tinggi agar terus bergairah, baik itu mahasiswa, dosen maupun institusi itu sendiri,” lanjutnya.   

Sebelumnya, Kemenristekdikti mengundang 12 perguruan tinggi dan enam politeknik calon penerima anugerah Iptek dan Inovasi Nasional kategori Widypadhi untuk presentasi akhir pada 17-18 Juli 2019 di The Sultan Hotel dan Residence, Jakarta.

Senada dengan Jumain, Direktur Sistem Inovasi, Ophirtus Sumule menilai salah satu bentuk apresiasi terhadap perguruan tinggi yaitu Anugerah Iptek dan Inovasi bagi karya inovasi nasional. Hal itu dinillai sebagai upaya percepatan inovasi dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa.

“Salah satunya, Anugerah Iptek dan Inovasi kategori Widyapadhi 2019 untuk mengapresiasi prestasi perguruan tinggi dalam membangun sistem inovasi. Tujuanya untuk memetakan performa penguatan inovasi di perguruan tinggi, dan menjadikan penguatan inovasi sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pengembangan Perguruan tinggi,” katanya.

Adapun 12 perguruan tinggi yang berhasil lolos seleksi awal yang diundang untuk presentasi akhir adalah IPB, ITB, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Telkom , serta 6 (enam) politeknik, yaitu Politeknik Caltex Riau, Politeknik Indonusa Surakarta, Politeknik Negeri Elektronika Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik TEDC Bandung.

TAGS : Perguruan Tinggi Jumain Appe Anugerah Iptek




TERPOPULER :