Kamis, 18/07/2019 18:11 WIB

Dukung Program Bekerja, Kementan Dorong Pengembangan dan Kemandirian Pakan

Kemandirian Pakan diharapkan akan memicu multiplier effect.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita memimpin pertemuan komisi ahli pangan di Bali, Kamis (11/7)

Bali, Jurnas.com - Produksi, populasi, dan kualitas komoditas peternakan tidak terlepas dari dukungan ketersediaan pakan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita pada Pertemuan Komisi Pakan (Kompak) I di 2019, Kamis (11/7).

Pemerintah berkomitmen menyiapkan ketersediaan pakan yang terjangkau dan berkualitas bagi peternak khususnya untuk mendukung keberlanjutan program unggulan Kementan, yaitu Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) untuk mengentaskan kemiskinan.

Untuk itu, Ketut menginstruksikan Direktur Pakan untuk berkoordinasi secara intensif dengan Balitbang Kementan untuk mensikronisasi program-program unggulan Kementan tersebut.

"Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian bahwa Kemandirian pakan perlu diwujudkan dalam mendukung program Kementan berkelanjutan," ungkapnya.

Kementan juga terus bersinergi dengan komisi pakan yang beranggotakan para pakar di bidang pakan untuk mencari langkah strategis yang berdampak pada kemajuan pengembangan pakan tersebut.

Ketut berharap pemanfaatan bahan pakan lokal ke depan semakin ditingkatkan untuk kemandirian pakan, dengan catatan pemanfaatan bahan pakan lokal ini tetap memperhatikan aspek mutu dan keamanan dengan harga ekonomis bersaing dan nutrisi ternak yang terpenuhi.

Kemandirian Pakan diharapkan akan memicu multiplier effect antara lain munculnya kelompok penyedia alat bahan baku dan juga kelompok pemasaran pakan ternak mandiri.

Ketut mengatakan, Kementan terus berupaya melakukan perbaikan pakan ternak, salah satunya melalui upaya pengembangan sistem integrasi sapi sawit, namun dalam implementasinya sistem tersebut belum berjalan optimal sehingga perlu kajian dan rekomendasi dari komisi pakan.

Ia meminta masukan para pakar komisi ahli pakan dapat mempersiapkan langkah-langkah konkret sehingga komitmen Kementan dapat menyediakan pakan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Saya optimis ketersediaan pakan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan dapat dipenuhi, jika program pengembangan sapi – sawit mampu dikembangkan hingga 20 persen karena hingga saat ini pengembangan integrasi tersebut masih di bawah 10 persen," pungkas Ketut.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Pakan Ternak Bedah Kemiskinan I Ketut Diarmita




TERPOPULER :