Minggu, 25/08/2019 07:38 WIB

Parfum Kemenyan Indonesia Diminati Jerman

Kemenyan merupakan tumbuhan endemik khas Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Laos, dan Thailand.

Parfum kemenyan

Jakarta, Jurnas.com – Selama ini, kemenyan lazim dikenal sebagai salah satu pelengkap dalam kegiatan spiritual. Namun, siapa sangka benda yang lekat dengan hal berbau mistis ini ternyata punya nilai jual yang tinggi ketika disulap menjadi sebotol parfum.

Ini dibuktikan oleh Aswandi, peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutan Aek Nauli.

Dalam kegiatan Indonesia Innovation Day 2019 yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) di Jerman beberapa waktu lalu, parfum kemenyan Aswandi sukses memikat perhatian Science Techno Park (STP) Jerman.

“Kami berhasil bekerja sama dengan STP Saarland Jerman untuk meningkatkan standar produk. Kami juga bekerja sama dengan salah satu eksportir untuk membangun industri pengolahan kemenyan pertama di Indonesia,” kata Aswandi dalam konferensi Indonesia Innovation Day 2019 di Jakarta pada Jumat (5/7).

Parfum kemenyan, lanjut Aswandi, memiliki sejumlah keunggulan. Jika parfum pada umumnya menggunakan alkohol sebagai unsur pengikat, lain halnya dengan parfum kemenyan yang menggunakan minyak kemenyan sebagai pengganti alkohol.

Walhasil, tingkat ketahanan parfum pun lebih lama dibandingkan parfum yang menggunakan alkohol. Selain itu, aroma yang dihasilkan juga lebih kuat.

“Kemenyan juga memiliki kemampuan relaksasi. Senyawa ini tidak ditemukan pada parfum lain. Ini hal yang menarik bagi orang luar,” tutur dia.

Kemenyan merupakan tumbuhan endemik khas Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Laos, dan Thailand.

Khususnya kemenyan Indonesia, menurut Aswandi, memiliki kualitas yang sangat baik. Namun selama ini rahasia kemenyan Indonesia, masih ditutup rapat-rapat oleh perusahaan luar negeri.

“Selama ini kemenyan identik untuk urusan mistis. Tapi kalau digali aromanya, ternyata punya aroma wangi dan lembut seperti vanila,” ujar Aswandi.

Sementara Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Kelembagaan Kemristekdikti, Kemal Prihatman mengatakan, dari 37 produk terdapat 14 perjanjian kerjasama (MoU) dalam Indonesia Innovation Day 2019 yang melibatkan berbagai lembaga litbang di Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Di tahun-tahun selanjutnya, dia berharap Indonesia Innovation Day menjangkau pasar-pasar baru untuk mengenalkan dan menyebarluaskan produk inovasi unggul Tanah Air.

“Strategi melakukan ini memang tidak mudah. Setelah terseleksi melakukan penguatan produk, baik dari sisi HAKI, cara menjualnya, kemudian pematangan isi-isi kontrak, dan itu sudah kami lakukan dalam tiga periode Indonesia Innovation Day,” papar Kemal.

TAGS : Parfum Kemenyan Kemristekdikti Jerman




TERPOPULER :