Jum'at, 26/02/2021 16:37 WIB

DPRD Situbondo Laporan ke Senayan Terkait Mandeknya PG Asembagus

Seharusnya awal giling PG Asembagus pada Juni, namun karena mesin penggiling tebu macet, jadwal operasinya pun diundur.

DPRD Situbondo mengadu ke Komisi VI DPR

Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur berkonsultasi dengan Komisi VI DPR RI terkait kepastian keberlanjutan beroperasinya Pabrik Gula (PG Asembagus) Situbondo, Jawa Timur pasca direvitalisasi.  

Anggota Komisi II DPRD Situbondo dari Fraksi PPP, Abd Syakur Jalil mengatakan, pengoperasian PG Asembagus milik PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) pasca direvitalisasi belum optimal. Terbukti dengan dimundurkannya jadwal giling tebu dari waktu yang sudah ditetapkan. 

Menurut Syakur, Seharusnya awal giling PG Asembagus pada Juni, namun karena mesin penggiling tebu macet, PG Asembagus pun memundurkan jadwal operasinya.

"Sebenarnya bahan baku petani sudah mulai dikumpulkan di PG Asembagus. Namun demikian oleh karena ada beberapa hal teknis, terpaksa tebu petani yang sudah ditando di PG Asembagus dibeli. Adapun beberapa tebu petani yang tak tergiling, oleh pihak perusahaan akhirnya dipindah lagi ke PG Asembagus," ujar Syakur.

Lantaran PG Asembagus belum bisa beroperasi secara maksimal, ia menyarankan agar pengoperasian PG Asembagus untuk tahun 2019 ini ditinjau ulang. 

"Sekarang sudah Juli, seharusnya masa penggilingan sampai Oktober, karena sudah masuk hujan. Kan di musim hujan rendemennya turun. Jadi, kalau memang tidak ada kejelasan untuk menggiling dengan optimal maka sebaiknya di stop saja," jelas Syakur.

"Lebih baik ready di tahun 2020. Sekalian supaya petani tidak berharap, karena petani sudah memindahkan seluruh tebunya ke Pabrik Sesaudara. Masih satu PTPN," ujarnya.

Mendengar aspirasi itu, Komisi VI DPR RI berjanji akan segera menindaklanjutinya. Juga segera berkordinasi dengan pihak Kementerian BUMN, Dirut PTPN XI dan GM PG Asembagus. 

Anggota Komisi VI DPR Nasim Khan menyampaikan, kendala PG Asembagus terjadi lantaran proses revitalisasi belum maksimal. Ia menilai perlu waktu yang cukup untuk mensinkronkan dan memahami cara kerja dan kekuataan mesin-mesin penggilingan baru tersebut.

"Mesin dari luar. Perlu ada sinkronisasi, perlu ada pengecekan. Perlu sabar. Karena ini dari kapasitas 3000  Ton Cane Per Day (TCD) menjadi 6000 TCD. Kalau ini selesai, Insya Alloh akan baik untuk pabrik gula dan juga para petani," ujarnya.

Apabila, proses revitalisasi mesin penggilingan di PG Asembagus bisa berjalan dengan baik, Nasim Khan optimis PG Asembagus akan menjadi acuan pabrik gula lain di bawah kendali PTPN di seluruh Indonesia.

Wakil Rakyat dari Dapil 3 Jawa Timur (Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso) ini juga berharap agar semua pihak saling bahu membahu memaksimalkan revitalisasi PG Asembagus.

Nasim berharap, DPR RI, Kementerian BUMN, PTPN  dan juga GM Pabrik Gula benar- benar memaksimalkan revitalisasi ini dengan baik. Pemerintah kabupaten pun harus berjuang menata area lahan lebih maksimal, termasuk juga petani agar bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik.

"Kita dikomisi VI DPR akan pantau terus. Rencananya, kalau perlu kita panggil dari pihak mitra kita, kementerian BUMN dan PTPN dan juga kita mengadakan kunjungan lagi ke lokasi kalau perlu," katanya.

Selain itu, Komisi VI DPR RI juga meminta agar wakil rakyat di daerah Situbondo untuk terus melakukan pengawasan dan memantau perkembangan pengoperasian PG Asembagus usai direvitalisasi.  

"Kita berharap temen-temen DPRD terus mengawasi dan memantau apapun yang terjadi di daerah. Karena DPRD adalah penyambung tangan dan lisan kita mulai dari daerah hingga ke pusat," kata Nasim Khan.

Konsultasi terkait kepastian keberlanjutan operasi PG Asembagus Situbondo, Jawa Timur pasca direvitalisasi dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Asman Natawijana, Anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Golkar, Hardi Soesilo.

TAGS : DPRD Situbondo PA Asembagus Revitalisasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :