Sabtu, 19/10/2019 11:09 WIB

China: Kebijakan Perdagangan Trump Alasan Iran Langgar Pakta Nuklir

Iran mengambil tindakan pembalasan untuk mendorong Uni Eropa tak hanya memberikan dukungan lisan.

Juru bicar kementerian luar negeri China Geng Shuang (Foto: AP)

Beijing, Jurnas.com - China mengatakan pihaknya menganggap kebijakan "trademark" (merek dagang) Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump alasan yang mendasari Iran mengurangi lebih banyak komitmennya di bawah kesepakatan nuklir multilateral 2015.

"Kami telah menekankan sebelumnya bahwa tekanan maksimum AS adalah penyebab utama ketegangan saat ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang pada konferensi pers reguler di Beijing Selasa (2/7).

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengumumkan bahwa Teheran sudah produksi uranium yang diperkaya rendah melampaui batas 300 kilogram sesuai yang diatur pasal 26 dan 36 dari kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Itu datang sebagai bagian dari upaya Teheran dalam menanggapi keluarnya Washington dari pakta nuklir Mei lalu serta kegagalan anggota yang tersisa - Prancis, Jerman, Inggris, Rusia dan China - memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian itu.

Dikatakan pihaknya mengambil tindakan pembalasan untuk mendorong Uni Eropa tak hanya memberikan dukungan lisan, tetapi benar-benar melindungi kepentingan Iran dalam menghadapi sanksi AS.

Iran mengatakan, keputusannya tersebut sudah sesuai dengan hak-haknya berdasarkan paragraf 26 dan 36 dari perjanjian nuklir, dan bahwa Iran akan membalikkan tindakan begitu tuntutannya dipenuhi.

"Tiongkok menyesalkan tindakan yang diambil oleh Iran, tetapi pada saat yang sama menyerukan semua pihak untuk melihat ini dari perspektif jangka panjang, keseluruhan, menahan diri, dan menjunjung tinggi JCPOA bersama-sama sehingga tidak akan ada eskalasi lebih lanjut dalam situasi tegang," katanya.

TAGS : China Amerika Serikat Kesepakatan Nuklir Geng Shuang




TERPOPULER :