Jum'at, 19/07/2019 07:11 WIB

Indonesia dan Jepang Kerja Sama Konservasi Karbon Biru

BlueCARES adalah program kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam aspek blue carbon yang dilaksanakan sejak 2017-2022. 

Kerjasama Indonesia dengan Jepang untuk konservasi karbon biru (Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Jurnas.com - Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja membuka acara The Second Core-and-Network System Workshop of Satreps - BlueCARES Program, Selasa (25/6).

BlueCARES merupakan program kerja sama antara Indonesia-Jepang yang berfokus pada ekosistem karbon biru (blue carbon). Program BlueCARES bertujuan untuk menyusun suatu `strategi karbon biru` sebagai skema yang efektif untuk meningkatkan upaya masyarakat dalam pelestarian ekosistem pesisir dan sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global.

Mengusung motto "aksi lokal yang berdampak lokal dan global", strategi ini akan dicapai melalui integrasi penelitian dalam bidang geokimia, ekologi, geomatika, modeling, dan sosial-ekonomi untuk mengetahui dinamika karbon biru pada sistem hulu-hilir.

Selain itu kajian kuantifikasi jasa ekosistem (ecosystem services) juga dilaksanakan untuk mengetahui pemanfaatan ekosistem pesisir yang lestari.Pembentukan "Core-and-Network System" atau CNS adalah salah satu dari 5 output utama program SATREPS - BlueCARES.

CNS ditargetkan sebagai suatu kemitraan nasional sukarela, namun sistematis dan terkoordinasi antara universitas dan lembaga-lembaga terkait yang memiliki visi masa depan yang berkelanjutan untuk lingkungan dan masyarakat pesisir Indonesia. CNS juga dapat dipandang sebagai suatu jaringan kerja untuk melaksanakan berbagai penelitian, koordinasi, dan monitoring ekosistem pesisir, termasuk ekosistem karbon biru (mangrove dan lamun).

CNS akan diatur dan diimplementasikan pada lokasi-lokasi program SATREPS-BlueCARES menggunakan sistem `cluster` yang terdiri dari universitas, lembaga riset, lembaga swadaya masyarakat, maupun pemerintah daerah.

Ruang lingkup substansi dalam CNS cukup luas, mencakup biofisik, ilmu sosial, dan ekonomi yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah fisik dan sosial ekonomi yang terkait dengan ekosistem dan masyarakat pesisir.

"Pertemuan ini pada prinsipnya dirancang untuk melanjutkan lokakarya CNS pertama yang diselenggarakan pada bulan November tahun lalu, yaitu untuk meningkatkan kapasitas riset, pemantauan ekosistem pesisir dan kemitraan penelitian di antara lembaga-lembaga di Indonesia," ucap Sjarief.

Salah satu output utama BlueCARES adalah pengembangan laboratorium blue carbon yang berlokasi di Instalasi Teknologi Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta. Target lokasi program BlueCARES adalah Coral Triangle, yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

TAGS : Karbon Biru Kerja Sama Indonesia Jepang




TERPOPULER :