Rabu, 11/12/2019 08:23 WIB

Tahun Depan, Kementan Fokus SDM dan Infrastruktur Pertanian

Kebijakan itu diambil dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) 2019 di Bogor, selasa (18/6).

Bogor, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menfokuskan pada upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas dan membangun infrastruktur pertanian dalam penyusunan program kerja tahun anggaran 2020.

Demikian kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) 2019 di Bogor, Selasa (18/6).

Menurut Amran, kebijakan itu diambil dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang mengangkat tema `Peningkatan sumberdaya manusia untuk pertumbuhan berkualitas.`

"Kementan mendapatkan amanah untuk menyukseskan prioritas nasional pada program nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja, serta ketahanan pangan, air dan lingkungan hidup," kata Amran.

"Berdasarkan hal tersebut, kami akan menekankan program kerja tahun 2020 pada upaya membangun SDM pertanian yang berkualitas dan membangun infrastruktur," sambungnya.

Untuk mengembangkan kompetensi SDM pertanian, Kementan meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan pelatihan vokasi. Pada tahun ini, Kementan sudah menggelar pendidikan dan pelatihan untuk mencetak petani milenial. Program tersebut akan semakin digiatkan pada tahun 2020.

Sementara pembangunan infrastruktur masih dinilai sebagai kunci dalam peningkatan produktivitas pangan, sekaligus menekan biaya operasional produksi.

Untuk itu, Kementan akan terus memfasilitasi dan bekerja sama dengan kementerian maupun lembaga lain untuk membangun infrastruktur pertanian, mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier.

Selain pembangunan SDM dan infrastruktur pertanian, Kementan akan tetap menjalankan sejumlah kegiatan existing, yang dinilai telah berhasil.

Beberapa program yang akan dilanjutkan adalah program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab), Toko Tani Indonesia, pengembangan Techno Park dan Science Park, pengembangan kawasan berbasis korporasi, serta sejumlah program lainnya.

Salah satu program lama yang akan dipertahankan adalah program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani atau Serasi. Program optimalisasi lahan rawa sebagai lahan pertanian ini akan terus dijalankan sehingga Lahan rawa yang sebelumnya belum terkelola dengan baik, bisa menjadi sumber lahan yang potensial dalam meningkatkan produksi pangan.

Dalam menyusun kegiatan tahun 2020, Amran menyebutkan Kementan masih menggunakan Pendekatan ‘money follow program’. Penganggaran money follow program juga mendukung pendekatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020, yaitu perencanaan yang holistik (menyeluruh), tematik (terfokus), terintegrasi (terpadu), dan spasial (lokasi yang jelas).

"Pendekatan ini digunakan untuk lebih fokus pada program/kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Dalam pengimplementasiannya, Kementan telah menerapkan transparansi dalam proses penyusunan kegiatan dan alokasi anggaran melalui mekanisme sistem informasi eproposal yang dirancang oleh biro perencanaan Kementerian Pertanian. Aplikasi ini menampung usulan dari masyarakat (bottom up) yang tergabung dalam kelompok tani secara berjenjang melalui tahap verifikasi.

"Kegiatan musrenbangtan kali ini diharapkan bisa mensinkronkan usulan daerah dengan rancangan pusat (top down) dimana outputnya adalah kesepakatan rancangan kegiatan tahun depan," sebut Amran.

TAGS : Program Kementan Infrastruktur Pertanian Andi Amran Sulaiman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :