Kamis, 19/09/2019 18:08 WIB

Akhirnya, SKK Migas dan Inpex Teken HOA Blok Masela

Investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar USD18-20 miliar.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshige Seko menyaksikan pendantangan Head of Agreement (HOA) pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, Jepang, Minggu (16/6).

Tokyo, Jurnas.com - Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshige Seko, menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HOA) pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku, Minggu (16/6).

Penandatanganan dilakukan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, dan Shunichiro Sugaya, President Direktur INPEX Indonesia.

"Setelah sekian lama dilakukan pembahasan, penandatanganan HOA ini menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar USD18-20 miliar," ujar Jonan.

Menurut Jonan, angka investasi itu merupakan terbesar untuk investasi satu kegiatan di Indonesia, dan merupakan investasi Jepang terbesar sejak lima dekade terakhir.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

Diharapkan pengembangan lapangan Masela, dapat menggaet investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia.

"Kami berharap terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri, dalam rangka mendukung perekonomian nasional," ujarnya.

"Mudah-mudahan ke depannya iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif," sambungnya.

Setelah penandatanganan HOA, yang mencakup semua hal utama dalam parameter proposal revisi Plan of Development (POD) lapangan Abadi di Blok Masela, diharapkan penyelesaian revisi POD dapat dilakukan dalam waktu yang secepatnya.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream di tahun 2027.

TAGS : SKK Migas Inpex Blok Masela Kementerian ESDM Ignasius Jonan




TERPOPULER :