Selasa, 25/06/2019 21:29 WIB

Menapaki Wisata Religi di Ibukota Jakarta

Beberapa instansi mulai masuk kerja besok, masih ada sehari lagi untuk liburan. Jika belum punya tujuan wisata religi dalam kota Jakarta bisa jadi pilihan. 

Masjid Istiqlal menjadi salah satu wisata religi di Jakarta (Foto: Traveling Yuk)

Jurnas.com - Masyarakat Jakarta memilih keluar berliburan ke luar kota atau pergi ke mal saat menikmati akhir pekan. Pilihan itu kadang-kadang menghabiskan banyak dana.

Padahal, di Jakarta juga ada tujuan wisata yang bisa menambah pengetahuan tentang sejarah dan keislaman. Berikut ini lima tujuan wisata religi di Jakarta yang bisa menjadi pilihan di akhir pekan.

1. Masjid Istiqlal

Masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan desain arsitektural perpaduan dari Indonesia, Timur Tengah, dan Eropa. Nama "Istiqlal" diterjemahkan dalam bahasa Arab, berarti "Merdeka". Masjid ini dibangun sebagai tanggapan dan bentuk rasa syukur bangsa Indonesia, yang atas berkat dan rahmat Tuhan YME telah terbebas dari tangan penjajah.

Istiqlal memiliki arsitektur modern, dinding dan lantainya berlapis marmer dan dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200 ribu jamaah. Rancang bangun masjid kebanggaan Indonesia ini diarsiteki oleh Frederich Silaban, seorang penganut agama Kristen Protestan, dengan karya desain masjid bersandi Ketuhanan.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Berbeda dengan masjid pada umumnya, Masjid Sunda Kelapa tak memiliki kubah, bedug, bintang-bulan, dan sederet simbol yang biasa terdapat dalam sebuah Masjid. Menara tempat menyiarkan adzan juga unik. Bentuk bangunannya mirip perahu, sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa tempat saudagar muslim berdagang dan menyebarkan syariat Islam di masa lalu.

Menariknya lagi, tak hanya wisata religi saja yang bisa dilakukan di Masjid Sunda Kelapa tetapi juga kuliner. Puluhan penjual makanan tradisional membuka lapak di halaman depan Masjid.

3. Masjid Perahu

Namanya Masjid Agung Al Munada Darussalam Baiturrahman tapi orang menyebutnya dengan Masjid Prahu. Uniknya, perahu di Masjid ini digunakan sebagai tempat berwudhu umat muslim sebelum melakukan ibadah salat.

Rinciannya, terdapat sekitar 10 kran untuk berwudhu dan enam toilet. Menurut Imam Masjid, perahu ini melambangkan kisah Nabi Nuh dan sebagai pembelajaran untuk mengajak umat beribadah agar terhindar dari bahaya dunia. Bagian dalam Masjid Prahu mempunyai tiang dari kayu jati dengan ukiran ayat-ayat Alquran berupa Ayat Kursi dan Surat An Nur.

4. Masjid Kebon Jeruk

Masjid Kebon Jeruk kental dengan unsur Tionghoa. Maklum saja, masjid ini didirikan oleh Chan Tsien Hwu, seorang kapten kapal yang masuk Islam pada tahun 1786. Dinding bangunan utama Masjid ditopang tiang-tiang yang kokoh. Terdapat pula jendela ukir di atas pintu tua berada di bagian dalam.

Di bagian pintu sebelah timur, terdapat hiasan yang cukup menarik mata. Hiasan yang terletak di atas pintu tengah itu berbentuk pohon hayat yang dikelilingi bunga serta dedaunan yang dicat kuning keemasan. Di bagian tenggara masjid terdapat sebuah makam bertuliskan huruf Mandarin dan bertanggal angka Arab. Makam itu dikenal sebagai Fatimah Hwu yang wafat tahun 1792. Dia merupakan sosok istri dari pendiri dari masjid tersebut.

5. Makam Pangeran Jayakarta

Jakarta didirikan oleh Pangeran Jakerta alias Jayakarta. Dahulu kala, Jatinegara merupakan ibu kota yang didirikan oleh sang Pangeran, setelah ia hijrah dari Jakarta Kota, saat diduduki oleh VOC Belanda. Pendiri ibukota ini akhirnya dimakamkan di kawasan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Peninggalan Pangeran, antara lain, Masjid As-Salafiah dan sebuah tasbih besar yang tergantung di masjid tersebut.

Di kompleks makam ini terdapat beberapa makam Pangeran, pengikut, dan keluarga. Misalnya, lima petinggi Kerajaan Jayakarta, seperti Pangeran Achmad Djakerta, Lahut Djakerta, Soeria bin Pangeran Padmanegara, dan Pangeran Sageri beserta istrinya, Ratu Rapiah Putri. Selebihnya makam keluarga dan kerabat keturunan Pangeran Jayakarta.

TAGS : Wisata Religi Ibukota Jakarta Libur Lebaran




TERPOPULER :