Senin, 14/10/2019 17:33 WIB

AS Tolak Latih Pilot Turki Operasikan Jet Tempur F-35

Sumber tersebut mengatakan, keputusan sejauh ini belum berlaku untuk pilot Turki dan kru pemeliharaan yang biasanya datang ke AS

F-35 (Foto: Forbes)

Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan, saat ini tidak ada rencana menerima pilot Turki tambahan untuk berlatih menggunakan jet tempur F-35 sebagai bagian dari program kedua negara.

Dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters pada Jumat (7/6), Washington telah memutuskan untuk tidak menerima pilot baru Turki.

Namun, mereka menambahkan, keputusan itu dapat dibatalkan jika Ankara membatalkan rencananya memboyong sistem pertahanan udara S-400 Rusia karena belum ada keputusan final dan formal yang dibuat.

AS sudah mengancam Turki bahwa Gedung Putih akan mengakhiri program itu jika menolak menghentikan kesepakatan sistem rudal canggih dengan Moskow yang berakhir 2017 silam

Saat ini, empat pilot dan sekitar 47 personel sedang menjalani pelatihan jet tempur F-35 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona. Mereka diajari cara memelihara dan mengarahkan jet tempur generasi kelima.

Sumber tersebut mengatakan, keputusan sejauh ini belum berlaku untuk pilot Turki dan kru pemeliharaan yang biasanya datang ke AS.

Pada 1 April, Washington secara langsung mengumumkan akan menangguhkan semua pengiriman dan kegiatan terkait dengan pengadaan jet tempur siluman F-35 Turki atas rencana Ankara untuk membeli S-400.

AS mengklaim, peralatan Rusia tidak "kompatibel" dengan perangkat keras dan jaringan yang berada di bawah kendali aliansi militer Barat NATO, yang didominasi Washington.

Sebelumnya, Selas (4/6), Presiden Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Ankara tidak akan mundur dari kesepakatan dengan Moskow. "AS tidak memberi kami tawaran sebaik S-400," ujar Erdogan.

Pentagon menolak mengomentari keputusan itu, tetapi dilaporkan, pembicaraan sedang dilakukan dengan Ankara mengenai potensi penjualan pertahanan rudal Patriot ke Turki.

Menteri Luar Negeri Turki,Mevlut Cavusoglu mengatakan, pembelian S-400 adalah kesepakatan yang dilakukan dan tidak dapat dibatalkan.

Cavusoglu mengatakan, AS tidak dapat menjamin akan dapat menjual sistem Patriot ke Ankara karena kebuntuan di Kongres AS.

S-400 adalah sistem rudal Rusia canggih yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan pesawat, drone, atau rudal sejauh lebih dari 400 kilometer. Sebelumnya telah dijual hanya ke China dan India.

Ankara meningkatkan pertahanan udaranya, terutama setelah Washington memutuskan pada 2015 untuk menarik sistem rudal Patriot darat ke udara dari perbatasan Turki dengan Suriah, sebuah langkah yang melemahkan pertahanan udara Turki.

Turki jadi kritikus Washington karena mendukung kelompok-kelompok Kurdi di Suriah yang katanya bertanggung jawab atas serangan teror di Turki dan di antara isu-isu lainnya.

TAGS : S-400 Amerika Serikat Turki Jet Tempur F-35




TERPOPULER :