Kamis, 17/10/2019 12:42 WIB

Kasus Campak di Amerika Meningkat

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan 1.001 orang telah jatuh sakit oleh penyakit menular pada tahun 2019. 

Ilustrasi wabah campak (Foto: Bestonlinemd)

Jakarta, Jurnas.com - Jumlah kasus campak di Amerika Serikat melampaui 1.000 jiwa. Hal itu merupakan tonggak bersejarah bagi Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar yang disebut bermasalah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan 1.001 orang telah jatuh sakit oleh penyakit menular pada tahun 2019. Badan itu membuat pengumuman dua hari setelah pembaruan wabah mingguan regulernya.

Sebelumnya, pada Senin (03/06), CDC mengatakan 981 penyakit telah dilaporkan. "Kasus 1.000 penyakit yang dapat dicegah seperti campak adalah pengingat yang mengganggu tentang betapa pentingnya pekerjaan itu bagi kesehatan masyarakat negara itu," kata Azar tentang upaya HHS untuk mempromosikan keselamatan dan vaksinasi dilansir UPI.

"Kami tidak dapat mengatakan ini dengan cukup: Vaksin adalah alat kesehatan masyarakat yang aman dan sangat efektif yang dapat mencegah penyakit ini dan mengakhiri wabah saat ini," tambahnya.

Hingga Kamis, 26 negara telah melaporkan kasus ke CDC. Wabah, didefinisikan sebagai tiga atau lebih kasus, saat ini berpusat di Rockland County, NY; Kota New York; Michigan; Butte, Los Angeles, dan Sacramento, California; Georgia; Pennsylvania; Maryland; dan Washington.

Kejadian ini sebagian besar terkait dengan pelancong yang kembali dari negara-negara dengan wabah campak besar, termasuk Israel, Ukraina dan Filipina. CDC mengatakan mayoritas dari mereka yang terinfeksi di Amerika Serikat tidak divaksinasi.

Badan itu mengatakan virus itu dapat menyebar ketika orang-orang dalam suatu komunitas tetap tidak divaksinasi, dan ketika orang-orang tiba di Amerika Serikat setelah tertular virus di luar negeri.

Campak menyebar di antara orang yang tidak divaksin di komunitas Yahudi Ortodoks di Negara Bagian New York, Kota New York, dan New Jersey setelah para pelancong kembali dari Israel dengan virus itu.

Akibatnya, New York City telah memerintahkan vaksinasi wajib, dan para pemimpin agama mendesak pengikut mereka untuk mendapatkan vaksinasi.

Gejala campak biasanya muncul antara tujuh dan 14 hari setelah infeksi. Tanda-tandanya meliputi demam tinggi, dipan, hidung meler, ruam, dan mata merah berair.

TAGS : Kasus Campak CDC Amerika Serikat




TERPOPULER :