Rabu, 20/01/2021 12:59 WIB

Dekat dengan AS, Inggris tetap Dukung Kesepakatan Nuklir Iran

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menegaskan Iran mematuhi kesepakatan tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May mengadakan konferensi pers bersama di London pada 4 Juni 2019. (Foto: Reuters)

London, Jurnas.com - Perdana Menteri Inggris, Theresa May dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memiliki "hubungan khusus" dalam berurusan dengan Iran. Bedanya, London mendukung perjanjian nuklir.

"Kadang-kadang kami juga bisa berbeda tentang bagaimana menghadapi berbagai hal," kata May di tengah kunjungan Trump yang sedang berlangsung ke Inggris, Selasa (5/6).

Trump, yang menarik AS dari perjanjian nuklir Iran yang didukung Inggris, mengklaim berusaha mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir Iran. Padahal, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menegaskan Iran mematuhi kesepakatan tersebut.

"Di antara ancaman mendesak yang dihadapi negara kami adalah pengembangan dan penyebaran senjata nuklir. Itu ancaman terbesar kami, " kata Trump pada konferensi pers bersama dengan May setelah pertemuan di kediamannya di Downing Street.

"AS dan Inggris Raya bertekad memastikan bahwa Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir dan berhenti mendukung dan terlibat dalam terorisme ... Dan saya percaya itu akan terjadi," ujarnya.

Terlepas dari prestasi lain, kesepakatan nuklir Iran juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama meyakinkan Barat bahwa Iran tidak pernah mengembangkan nuklir dan kegiatan nuklirnya tetap damai hingga hari ini.

Trump membuat komentar di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran di Timur Tengah.

Setelah menarik AS keluar dari JCPOA, presiden AS memberlakukan kembali sanksi ilegal, meningkatkan retorika anti-Iran bersama dengan penumpukan militer Amerika di Teluk Persia.

Teheran menegaskan. tidak mencari perang, namun siap membela kepentingannya di wilayah ini dalam menghadapi agresi AS.

TAGS : Iran Amerika Serikat London Kesepakatan Nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :