Senin, 18/11/2019 00:22 WIB

Tradisi Nyekar, Lebih dari Sekadar Doa

Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri aktivitas nyekar tampak di banyak makam khususnya di Jawa.

Tradisi nyekar masih terus berlangsung di sejumlah daerah (Foto: Ecka Pramita)

Jurnas.com - Tradisi nyekar telah lama dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa dan, bahkan, masih berlangsung sampai sekarang. Nyekar dalam bahasa Jawa berarti Sekar atau tabur bunga

Menurut Koentjaraningrat, nyekar merupakan aktivitas upacara yang sangat penting dalam religi orang Jawa terutama penganut Agama Jawi.

Nyekar yang terpenting adalah menjelang puasa di bulan Ramadhan dan ketika hari raya. Sedangkan maksud tradisi nyekar adalah untuk memohon doa restu (pangestu)
kepada nenek moyang, terutama bila seseorang menghadapi tugas berat, akan pergi jauh maupun mempunyai keinginan besar untuk meraih sesuatu.

Senada pendapat di atas, Woodward menyatakan bahwa tradisi nyekar atau mengunjungi kuburan-kuburan suci bagi kalangan masyarakat Jawa, merupakan salah satu bentuk peribadatan yang sangat umum.

Sebagian masyarakat Jawa berkeyakinan, mengirim pahala bacaan doa dalam tradisi nyekar bukan saja bertujuan agar arwah orang yang telah meninggal memperoleh tempat yang baik di surga, tetapi juga mendatangkan pahala bagi pengirim doa itu sendiri.

Bahkan mereka juga berkeyakinan bahwa arwah orang suci tersebut dapat menjadi perantara yang baik untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan.

TAGS : Tradisi Nyekar Bulan Ramadan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :