Minggu, 17/01/2021 06:54 WIB

Yordania: Syarat Perdamaian Abadi Timur Tengah adalah Berdirinya Negara Palestina

Abdullah II sangat prihatin dengan rencana Amerika Serikat (AS) yang masih rahasia untuk mengakhiri konflik Arab-Israel.

Bendera kebangsaan Palestina

Amman, Jurnas.com - Raja Yordania Abdullah II mengatakan perdamaian Timur Tengah yang abadi hanya dapat terjadi dengan penciptaan negara -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina di tanah yang direbut -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel dalam perang 1967.

Pihak Istana mengatakan, Abdullah II sangat prihatin dengan rencana -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Amerika Serikat (AS) yang masih rahasia untuk mengakhiri konflik Arab--decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel.

Ia mengatakan kepada penasihat senior Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner bahwa -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel harus meninggalka Tepi Barat yang rebut -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel dari -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina dalam perang Arab--decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel 1967.

"Yang Mulia menekankan perlunya perdamaian yang komprehensif dan abadi yang didasarkan pada solusi dua negara, yaitu mengakui kemerdekaa-decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina pada 4 Juni 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," kata pernyataan istana.

Kushner memimpin delegasi AS ke Timur Tengah minggu ini umenggalang dukungan untuk "lokakarya" akhir Juni di Manama, Bahrain, yang merupakan langkah pertama dari rencana perdamaian -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel--decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina.

Jordan khawatir rencana itu dapat mengabikan solusi dua negara - formula AS dan internasional lama yang mempertimbangkan negara -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina merdeka bersama -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza.

Gedung Putih diperkirakan akan mempresentasikan rencana lengkapnya sedini mungkin bulan depan.

-decoration:none;color:red;font-weight:bold">Palestina, yang memboikot pemerintahan Trump sejak pengakuannya atas Yerusalem pada 2017 sebagai ibukota -decoration:none;color:red;font-weight:bold">Israel, telah menolak pertemuan tersebut karena sangat bias terhadap mereka.

Rencana itu, yang disebut Trump sebagai "kesepakatan abad ini," adalah untuk mendorong investasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza dari Negara Arab sebelum membahas masalah-masalah inti kedua negara tersebut.--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_190530_044517_296.sdoc-->

TAGS : Palestina Perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat Israel -




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :