Selasa, 15/10/2019 08:26 WIB

Aktivis 98: Tangkap Prabowo, Amien Rais, Hingga Habib Rizieq dalam Kasus Makar

RNA 98 menyebut delapan nama aktor dalam upaya makar tersebut, yaitu: Prabowo Subianto, Amien Rais, Siti Hediati Hariadi/Titiek Soeharto, Bachtiar Natsir, Haikal Hasan, Kivlan Zein, Fadli Zon, Neno Warisman, dan Habieb Rizieq Shihab (HRS).

Rembug Nasional Aktivis 98

Jakarta, Jurnas.com - Para aktivis reformasi yang tergabung dalam Rembuk Nasional Aktivis 98 mendesak agar aparat kepolisian segera menangkap otak kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019. Aksi itu ditengarai sebagai upaya makar dan perlawanan terhadap demokrasi.

"Kami dari Rembuk Nasional Aktivis 98 meminta agar polisi segera menangkap aktor-aktor di balik kerusuhan 21 Mei dan 22 Mei 2019 di DKI Jakarta," ujar ketua Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi di Jakarta, 29 Mei 2019.

Dalam tuntutan itu, RNA 98 menyebut delapan nama aktor dalam upaya makar tersebut, yaitu: Prabowo Subianto, Amien Rais, Siti Hediati Hariadi/Titiek Soeharto, Bachtiar Natsir, Haikal Hasan, Kivlan Zein, Fadli Zon, Neno Warisman, dan Habieb Rizieq Shihab (HRS).

Ia menjelaskan, aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei 2019 tak bisa dipungkiri merupakan upaya makar. Juga pembangkangan terhadap UUD 1945, dan Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, serta KUHP.

"Untuk mengelak dari tuduhan makar. Prabowo, Titiek Soeharto, Amien Rais, Bachtiar Nasir dan lain-lainnya, menamakannya people power
hingga Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), seolah tendensinya protes belaka. Padahal itu jelas-jelas upaya makar," jelasnya.

Bagi RNA 98, lanjut Sayed, dalang akso 21 dan 22 Mei telah menyebabkan kerusuhan, merusak
institusi demokrasi yang dibangun dengan kucuran darah dan air mata. Belakangan juga terungkapnya pengiriman senjata kepada Soenarko, serta tertangkapnya para para pelaku kerusuhan yang terlatih.

"Semua itu menguatkan bukti, bahwa aksi pada 22 Mei 2019 di Bawaslu dan Petamburan, Jakarta merupakan wujud tindakan makar yang berhasil digagalkan," jelasnya.

Lebih jauh lagi, kata Sayed, beredar seruan yang disebar melalui medsos yang berisi ajakan berbuat anarkhi sebagai bentuk penolakan hasil Pemilu 2019, dan ancaman pembunuhan kepada kawan Adian Napitupulu dan sejumlah tokoh nasional dan seorang peneliti lembaga survei.

Dikatakan pula bahwa semua sudah terang benderang, bahwa aksi GNKR yang dimotori Siti Hediati Hariyadi, Amien Rais, Fadlizon, dan jauh-jauh hari secara agitatif telah dikobarkan oleh Bachtiar Nasir, Haikal Hasan, Kivlan Zen, Neno Warisman merupakan aksi makar yang direstui oleh Prabowo Subianto.

Bahkan di antara mereka ada yang telah mengagitasi rakyat agar berjihad, dan korbankan darah dan nyawa untuk Prabowo.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut, lanjut Sayed, RNA 98 menganggap bahwa, jalan penyelesaian sengketa Pemilu 2019 melalui Mahkamah Konstitusi oleh Prabowo adalah hanya manuver taktis untuk menghindari tuduhan makar.

"Artinya bila aksi makar yang mereka lakukan berhasil sesuai rencana, maka mereka tidak akan bersedia menyelesaikan sengketa tersebut melalui Mahkamah Konstitusi," tegas Sayed dalam rilis itu.

TAGS : Rembug Nasional Aktivis 98 Prabowo Amien Rais Makar




TERPOPULER :