Jum'at, 23/10/2020 18:40 WIB

Taksi Listrik Mulai Operasi di Bandara Soekarno-Hatta

Layanan taksi listrik merupakan dukungan terhadap implementasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai Eco Airport.

PT Angkasa Pura II dan Bluebird bersinergi operasikan taksi listrik di Bandara Soekarno-Hatta sebagai implementasi Eco Airport.

Jakarta, Jurnas.com – Bluebird menggandeng PT Angkasa Pura II merealisasikan layanan kendaraan listrik bagi masyarakat di area Kedatangan Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mulai hari ini, Rabu (29/5/2019).

Peluncuran mobil taksi Bluebird di Bandara Internasional Soekarno Hatta diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas, PT Angkasa Pura II, Ituk Herarindi.

"Kami sangat bangga dapat bersama-sama dengan Angkasa Pura II memperkenalkan kendaraan listrik Bluebird kepada khalayak publik serta menawarkan sebuah pengalaman yang unik dalam bepergian dengan kendaraan listrik,” kata Noni.

Menurut Noni, layanan taksi listrik ini merupakan dukungan Bluebird terhadap implementasi yang dilakukan oleh Angkasa Pura II dalam menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Eco Airport.

Sebelumnya pada akhir April 2019, PT Blue Bird Tbk meluncurkan mobil dengan tenaga listrik sebagai armada terbarunya untuk layanan Bluebird dan Silverbird, yaitu BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T. Pada kesempatan tersebut, Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Bluebird sebagai penyedia taksi listrik yang pertama di Indonesia.

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan beroperasinya taksi listrik Blue Bird semakin menegaskan konsep eco airport di Terminal 3 Soekarno-Hatta.

“Keberadaan taksi listrik Blue Bird tentu saja membuat Terminal 3 semakin dikenal sebagai eco airport, sekaligus meningkatkan daya saing dan imej Bandara Soekarno-Hatta. Kami yakin taksi listrik ini juga membuat standar pelayanan bandara meningkat ke level yang lebih tinggi khususnya di sektor transportasi publik,” kata Awaluddin.

Saat ini Terminal 3 juga telah mengimplementasikan Intelligence Building Management System, di mana teknologi ini menjaga agar Terminal 3 beroperasi sebagai eco airport dengan mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik, dan sebagainya.

Sistem lainnya adalah rain water system yang bisa memanfaatkan air hujan untuk digunakan sebagai air bersih. Terminal 3 juga memiliki teknologi recycle water system yang mampu mengolah air toilet untuk kembali menjadi air toilet sehingga dapat menghemat pengguaan air.

“Kerjasama antara AP II dan Blue Bird dalam menghadirkan taksi listrik ini diharapkan dapat menjadi stimulus agar konsep eco airport dapat menyentuh lebih luas lagi ke sektor lainnya di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Awaluddin.

Bluebird berencana untuk dapat mengoperasikan sebanyak 200 mobil listrik hingga tahun 2020, dimana perusahaan akan mampu menghilangkan 434,095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter; dan dengan penambahan 2000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020 - 2025 akan mampu menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.

TAGS : Taksi listrik Bluebird Bandara Soekarno-Hatta Eco Airport




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :