Minggu, 16/06/2019 05:45 WIB

Perang Tekad Iran-AS

Ketegangan memanas antara kedua negara setelah Washington mengerahkan pasukan militer ke Timur Tengah.

Bendera kebangsaan Iran (Foto: AFP)

Geneva, Jurnas.com - Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, mengatakan, kebuntuan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) adalah perang tekad.

Ketegangan memanas antara kedua negara setelah Washington mengerahkan pasukan militer ke Timur Tengah. Hal itu menyusul laporan pejabat AS yang menyebut ada ancaman dari Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di kawasan itu.

"Konfrontasi antara Republik Islam Iran dan AS adalah arena untuk perang tekad," kata Baqeri dilansir dari Reuters.

Ia mencontohkan perang Iran-Irak 1980-88 di mana Iran menang. "Itu akan menjadi pesan bahwa Iran akan merespon keras, menghancurkan dan melenyapkan musuh-musuh Iran," ujarnya.

Sebelumnya, pada Minggu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, "Jika Iran menyerang AS dan kepentingannya, maka itu akan menjadi akhir Iran. Jangan pernah mengancam AS lagi!"

Tahun lalu, Trump kembali memberlakukan sanksi AS terhadap Iran. Kemudian bulan ini, pasangan Milenia itu mencabut keringanan sanksi terhadap importir minyak Iran untuk mengimpor minyak Negeri Para Mullah.

Trump menginginkan Iran melakukan perundingan untuk mencapai kesepakatan baru guna membatasi program nuklir dan misilnya.

Namun juru bicara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Keyvan Khosravi, mengatakan tidak akan terjadi negosiasi antara Iran dan AS.

Khosravi juga mengatakan bahwa beberapa pejabat dari beberapa negara mengunjungi Iran baru-baru ini, zebagian besar mewakili Gedung Putih.

Ia tidak merinci, tetapi menteri luar negeri Oman, yang pernah membantu membuka jalan negosiasi antara Iran dan AS, mengunjungi Teheran pada Senin (20/5).

"Tanpa kecuali, pesan kekuatan dan perlawanan negara Iran disampaikan kepada mereka," katanya.

TAGS : Iran Amerika Serikat Donald Trump




TERPOPULER :