Sabtu, 05/12/2020 01:11 WIB

Menlu Retno Serukan Langkah Kongkrit Akhiri Konflik Palestina

Retno menekankan pentingnya perlindungan bagi penduduk Palestina

Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi saat memimpin Briefing DK PBB mengenai Timur Tengah di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (22/5).

New York, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia , Retno L.P. Marsudi menekankan kepada anggota Dewan Keamanan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pentingnya segera menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya Palestina.

Demikian disampaikan Rentno saat memimpin Briefing DK PBB mengenai Timur Tengah di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (22/5).

"Konflik berkepanjangan di Timur Tengah memiliki dampak bagi perdamaian dan stabilitas kawasan dan global. DK PBB harus dapat menghasilkan progres riil dalam penyelesaian isu Timur Tengah, khususnya Palestina," tegas Retno.

Briefing mengenai situasi di Timur Tengah ini dipimpin Retno dalam kapasitasnya sebagai Presiden DK PBB pada Mei 2019 dan dihadiri seluruh anggota DK

Dalam briefing tersebut, Retno menekankan pentingnya perlindungan bagi penduduk Palestina.

Ia menyampaikan, laporan komisi independen awal tahun ini, menekankan banyaknya pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil, termasuk kekerasan terhadap media dan pekerja kehesatan di Palestina.

"Untuk itu, kami tekankan pentingnya perlindungan internasional bagi masyarakat sipil Palestina," tegas Retno.

Retno juga menekankan perlunya segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina, seperti situasi ekonomi dan sosial masyarakat Palestina.

"Pemrintah Indonesia sangat menghargai berbagai program UNWRA dalam memperbaiki situasi kemanusiaan rakyat Palestina dan kesiapan Indonesia untuk terus mendukung," ujarnya.

Selanjutnya Retno menekankan perlunya memulai proses perdamaian kredibel untuk memastikan kesetaraan semua pihak dalam perundingan.

"Perspektif baru dalam proses perdamaian bukan berarti mengabaikan parameter internasional yang berlaku. Bagi Indonesia, tidak terdapat alternatif lainnya selain ‘solusi dua negara’," ungkap Retno.

TAGS : Palestina DK PBB Timur Tengah Retno L.P. Marsudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :