Jum'at, 23/08/2019 22:19 WIB

Rakyat Diminta Awasi Seleksi Calon Pimpinan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar seluruh masyarakat turut serta mengawasi kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK jilid ke V untuk periode 2019-2023.

Ketua KPK Agus Rahardjo

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar seluruh masyarakat turut serta mengawasi kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK jilid ke V untuk periode 2019-2023.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, peran serta masyarakat dalam mengawasi kinerja Pansel Capim KPK sangat diperlukan. Hal itu sebagai upaya transparansi dan upaya menghasilkan pimpinan KPK yang kredibel.

"Kalau menurut saya, diawasi saja. Kita, rakyat Indonesia, termasuk KPK mengawasi," kata Agus, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/5).

Kata Agus, seluruh tahapan seleksi harus dibuka seterang-terangnya ke publik. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui kualitas dari para pendaftar seleksi Capim KPK.

"Kalau setiap tahap itu jelas, transparan dibuka ke masyarakat tes ini diikuti berapa, kriterianya apa. Itu kan baik. Sampai fit and proper terbuka kan. Jadi kita awasi. Kita bisa lihat mana yang kualitasnya bagus, mana yang tidak," kata Agus.
 
Pansel Capim KPK ini terdiri dari Ketua merangkap anggota, Dr. Yenti Ganarsih, S.H., M.H; Wakil ketua merangkap anggota, Prof. Dr. Indriyanto Senoadji, S.H., M.H dan tujuh Anggota lainnya, yakni Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo; Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum; Prof. Dr. Hamdi Moeloek; Dr. Diani Sadia Wati, S.H., LL.M; Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H; Hendardi, S.H dan Al Araf, S.H., M.T.

Diketahui, salah satu nama Pansel yang dinilai bermasalah, yakni Dirjen HAM Kemkumham, Mualim Abdi. Saat mencalonkan diri sebagai Dirjen Peraturan Perundang-undangan pada 2014 lalu, Mualim diketahui melakukan plagiasi dalam penulisan makalah.

Tak hanya itu, Mualim juga tidak mencantumkan polis asuransi senilai Rp 2,5 miliar dalam catatan laporan LHKPN-nya. Nama Mualim kembali memicu kontroversi pada 2016. Saat itu, Mualim menggugat sebuah laundry senilai ratusan juta rupiah lantaran jas nya tidak licin.

TAGS : Pansel Calon Pimpinan KPK Agus Rahardjo




TERPOPULER :